Dark/Light Mode

DEN: 95 Persen Siswa Makin Semangat Belajar, Jika Kualitas MBG Sangat Baik

Selasa, 20 Oktober 2026 19:51 WIB
Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat dalam konferensi pers usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Foto: YouTube)
Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat dalam konferensi pers usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkap, semangat belajar siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkat, jika kualitas menunya sangat baik.

Hal ini disampaikan Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang mulai dilakukan sejak September 2025.

SUSENAS tersebut antara lain menyoroti outcome Program MBG terhadap absensi siswa di sekolah, beserta semangat belajar dan rasa laparnya.

Baca juga : Bos BGN Gandeng PKP Bantu Rumah Keluarga Penerima MBG

"Terlepas dari segala kekurangan Program MBG, kami melihat temuannya cukup menarik. Jadi, kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG. Bahkan, gap-nya cukup besar, terutama di desil 1, yang paling miskin," papar Firman dalam konferensi pers usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

"Jadi, ketika dia non-penerima MBG, dia akan sering absen. Sementara kalau penerima MBG, dia akan relatif tidak absen ke sekolah. Saya kira ini satu hal yang positif," imbuhnya.

Firman membeberkan, semangat belajar penerima MBG meningkat, ketika kualitas menunya baik.

Baca juga : Nestle Dancow Dorong Semangat Belajar Anak Lewat Indonesia Cerdas Season 2

Ketika kualitas menunya sangat baik, 95 persen siswa penerima MBG mengaku memiliki semangat belajar lebih tinggi. Tapi ketika kualitas menunya jelek, angkanya drop sangat rendah.

"Artinya memang, salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, kualitas menu MBG perlu diperhatikan. Karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," jelas Firman.

Firman menuturkan, mengacu data September 2026, sebaran distribusi penerima MBG masih terkonsentrasi di perkotaan dibanding pedesaan.  

Baca juga : Riset Sosiologi: MBG Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa

"Masih lebih banyak siswa kaya yang menerima, dibanding siswa miskin. Artinya, perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan, dan masyarakat miskin," bebernya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.