Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arema FC Dibantai Persija, Walisson Maia Minta Maaf kepada Aremania
- Inter Milan Tekuk Shakhtar Donetsk, Carlos Augusto Jadi Penentu
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Hari Santri 2026, Prabowo Dorong Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Bangsa
Kamis, 22 Oktober 2026 14:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran pesantren sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa dalam momentum peringatan Hari Santri 2026. Pemerintah berkomitmen memperkuat dukungan terhadap pesantren sebagai bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden memberikan perhatian besar terhadap keberadaan dan peran pesantren di Indonesia. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan membentuk karakter generasi muda dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” kata Prasetyo menyampaikan pesan Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Baca juga : Soal Kerugian Negara Dalam Kasus Korupsi, Luhut Buru-buru Meluruskan
Prasetyo mengatakan, pesantren telah memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka. Hingga kini, lembaga pendidikan tersebut terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membina akhlak generasi muda, serta menjaga persatuan dan kesatuan.
Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu memperkuat dukungan terhadap pengembangan pesantren, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan santri maupun penguatan kelembagaan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat tata kelola dan pelayanan bagi pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
“Yang kita harapkan adalah seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan dan penguatan yang diperlukan,” ujarnya.
Baca juga : 4 Pembenahan MBG: Skema Insentif Baru hingga Terapkan Sistem Prasmanan
Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan, pemerintah ingin memastikan para santri memiliki kesempatan yang semakin luas untuk belajar, tumbuh, dan berkarya. Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan terjaganya nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, serta semangat pengabdian yang menjadi bagian dari kekuatan pesantren.
“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Prasetyo.
Dalam peringatan Hari Santri 2026, Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar pesantren di seluruh Indonesia.
Baca juga : Dua Tahun Gerak Nyata, Deretan Alutsista Baru Perkuat Pertahanan Indonesia
Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, pembentukan karakter, dan pembangunan nasional, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi para santri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya