Dark/Light Mode

Prabowo Sebut Pelaku Karhutla Teroris Lingkungan: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Rabu, 21 Oktober 2026 16:49 WIB
Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata Untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: YouTube Setpres)
Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata Untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: YouTube Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tak segan menyebut pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai teroris lingkungan. Menurutnya, fenomena karhutla saat ini tidak semata-mata terjadi secara alamiah. Ada campur tangan manusia yang harus disikapi dengan teliti dan hati-hati.

"Saya minta Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan intelijen untuk menyelidiki. Karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar," kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata Untuk Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Baca juga : Muhammadiyah Sampaikan Sikap atas Karhutla, Ajak Utamakan Keselamatan Rakyat

"Bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita," tegasnya.

Prabowo memastikan, masalah karhutla tidak akan dianggap remeh dan akan ditangani secara masif. Diusut hingga tuntas.

Baca juga : BAZNAS Hadirkan Rumah Sehat Oksigen Bagi Warga Terdampak Asap Karhutla

"Maaf, kita tidak bisa lagi bertindak biasa-biasa saja. Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin yang melanggar," paparnya. 

"Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," pungkas Prabowo. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.