Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pendapatan Investment Banking Citi Indonesia di ASEAN Naik Hingga 35 Persen
Jumat, 23 Oktober 2026 21:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Citi Indonesia memastikan komitmen dan kontribusinya dalam di kawasan ASEAN. Pendapatan Investment Banking (IB) Citi di kawasan ASEAN naik 35 persen secara tahunan.
Head of Investment Banking Citi untuk ASEAN Matthew Nimtz mengatakan, Citi telah terlibat dalam berbagai transaksi M&A (merger dan akuisisi) di kawasan ASEAN dengan nilai total mendekati 20 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.
“Citi, yang tahun depan akan merayakan 125 tahun kehadirannya di beberapa pasar ASEAN, telah berperan sangat aktif di tengah meningkatnya aktivitas perbankan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Menurut data Dealogic, pendapatan Investment Banking (IB) Citi di kawasan ASEAN naik 35 persen secara tahunan. Citi telah terlibat dalam berbagai transaksi M&A di kawasan ASEAN dengan nilai total mendekati 20 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.
Baca juga : Citi Foundation Kucurkan Rp443,7 Miliar Siapkan Generasi Muda di Dunia Kerja AI
Meningkatnya pembiayaan terkait kecerdasan buatan (AI) dan maraknya aktivitas M&A di kawasan ASEAN telah mendorong volume transaksi secara signifikan sepanjang tahun 2026.
Hingga saat ini, volume M&A di kawasan ASEAN telah meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year).
“Citi juga telah membantu para klien di kawasan ASEAN untuk menghimpun dana hampir 25 miliar dolar AS dari pasar modal global pada tahun 2026,” ujar Nimtz.
Dikatakan Nimtz, pendanaan ini berasal dari berbagai instrumen, termasuk penerbitan obligasi internasional, penawaran umum perdana (IPO), obligasi konversi, dan penawaran saham lanjutan (follow-on-offering).
Baca juga : Kinerja Solid, Kredit dan Aset Citi Indonesia Terus Tumbuh di Semester I 2026
“Diperkirakan kuartal terakhir tahun 2026 ini akan menjadi kuartal yang sangat produktif, didukung oleh sejumlah transaksi pembiayaan penting dalam pipeline Citi di pasar modal utang dan pasar modal ekuitas,” kata Nimtz.
Selain itu, Citi memperkirakan aktivitas M&A akan terus berlanjut, baik untuk transaksi inbound maupun outnond di berbagai sektor termasuk teknologi, barang konsumen, dan kesehatan.
Nimtz menekankan, ASEAN merupakan salah satu kawasan utama bagi Citi secara global.
Kawasan ini adalah rumah bagi banyak perusahaan kelas dunia serta perusahaan unggulan baru yang terus berkembang dan semakin aktif memanfaatkan pasar modal secara kompetitif untuk mendanai ambisi pertumbuhan mereka.
Baca juga : Citi Indonesia & YCAB Foundation Gelar Edukasi Finansial Inklusif Bagi Remaja
“Kami juga melihat peningkatan aktivitas M&A seiring dengan ekspansi perusahaan lokal ke panggung global, mereka semakin mengandalkan jaringan global komprehensif Citi untuk kebutuhan pembiayaan strategis dan layanan advisory,” tuturnya.
“Secara keseluruhan, Citi telah memimpin hampir 30 transaksi penerbitan di ASEAN, dengan rata-rata hampir tiga transaksi per bulan,” pungkas Nimtz.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya