Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Kinerja Solid, Kredit dan Aset Citi Indonesia Terus Tumbuh di Semester I 2026
Jumat, 21 Agustus 2026 09:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menyampaikan hasil laporan keuangan di semester pertama tahun 2026.
Citi Indonesia mencatatkan laporan keuangan yang baik, terutama didorong oleh pertumbuhan yang berkelanjutan pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga.
Dana Pihak Ketiga tumbuh sebesar 23,29 persen secara tahunan (year-on-year)menjadi Rp72,6 triliun, didukung oleh pertumbuhan Giro yang meningkat sebesar 36,54 persen menjadi Rp60,4 triliun.
Hal ini turut mendorong rasio Low-Cost-Fund naik menjadi 83,23 persen, meningkat dari 75,16 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi penyaluran kredit, Citi Indonesia mempertahankan momentum yang positif di semester pertama tahun 2026. Kredit tumbuh sebesar 8,05 persen secara tahunan dan 11,05 persen dari posisi akhir tahun 2025, mencapai Rp29,9 triliun dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan risiko serta mempertahankan kualitas aset yang baik.
Untuk paruh pertama tahun 2026, Citi Indonesia membukukan Laba Bersih sebesar Rp994 miliar. Profitabilitas mengalami moderasi diakibatkan oleh volatilitas pasar yang berdampak pada keuntungan penjualan aset keuangan.
Bank tetap mempertahankan pengelolaan biaya yang prudent, dengan Rasio Biaya terhadap Pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) tercatat sebesar 51,17 persen Komitmen Citi Indonesia terhadap pengelolaan risiko yang berhati-hati juga tercermin dalam kualitas asetnya yang tetap sangat baik.
Untuk Rasio Non-Performing Loan (NPL) Citi Indonesia terjaga di 0,19 persen dan posisi permodalan Bank tetap solid, dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) sebesar 31,43 persen jauh di atas persyaratan minimum.
Baca juga : Nawakara dan Kalbe Perkuat Keamanan Terintegrasi Dukung Bisnis Berkelanjutan
Posisi likuiditas Citi Indonesia pun tercatat sangat baik, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 276,26 persen.
“Hasil yang kami capai pada semester pertama tahun 2026 menegaskan ketangguhan dan daya saing franchise Citi Indonesia," ujar CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam keterangannya pada Lapotan Keuangan Citi Indonesia semester 1 2026, Kamis (20/8/2026).
Batara menambahkan, pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia.
"Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian," ujar Batara.
Menurutnya, sepanjang semester pertama 2026, bisnis Banking Citi Indonesia terus mencatatkan kinerja positif, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun aset.
Batara menambahkan, kinerja ini menggarisbawahi komitmen berkelanjutan Citi untuk menyediakan solusi perbankan yang komprehensif bagi basis nasabah multisektor yang beragam, termasuk perusahaan lokal dan multinasional, lembaga keuangan, dan organisasi sektor publik.
Selama semester pertama 2026, dengan memanfaatkan jaringan global Citi, Citi terlibat dalam beberapa transaksi yang menunjukkan luasnya kapabilitas Corporate Banking, antara lain:
• Citi berperan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global Perdana senilai 1,5 miliar dolar AS untuk PT Danantara Investment Management
Baca juga : Keamanan Terintegrasi Jadi Kunci Produktivitas & Bisnis Berkelanjutan
• Citi berperan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner untuk Penerbitan Obligasi Global senilai 1,5 miliar dolar AS untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
• Citi berperan sebagai Mandated Lead Arranger untuk Sindikasi Pinjaman 3 tahun senilai 1 miliar dolar AS untuk PT Danantara Investment Management
• Citi berperan sebagai Exclusive Financial Advisor bagi PT Indosat Ooredoo Hutchison dalam menyelesaikan pemisahan (carve-out) bisnis infrastruktur serat optik.
Pada bisnis Services, Citi Indonesia mencatat pertumbuhan positif tahun-ke-tahun pada kuartal II-2026 didorong oleh peningkatan saldo rata-rata sebesar 16 persen dan peningkatan pemakaian kartu komersial sebesar 254 persen.
Dalam melanjutkan dukungannya terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, bisnis Investor Services di Citi Indonesia secara aktif berkolaborasi dengan regulator dalam berbagai inisiatif utama sepanjang tahun berjalan.
Bisnis Markets Citi Indonesia terus memperkuat kehadirannya di pasar valuta asing (valas) dan pendapatan tetap.
Bisnis Markets Citi Indonesia telah menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang tahun berjalan di 2026, didorong oleh aktivitas nasabah yang signifikan dalam solusi valuta asing dan hedging.
Lebih lanjut Batara mengatakan, bisnis ini mencatat pertumbuhan volume valas yang signifikan, yang mencerminkan peningkatan kepercayaan klien dan kepemimpinan di pasar.
Baca juga : Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
Hasil yang kuat ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap strategi lindung nilai yang canggih dan layanan valuta asing, seiring dengan upaya nasabah dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.
Dengan memelopori era baru perbankan di Indonesia, Citi menjadi salah satu bank pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi AI melalui peluncuran perangkat khusus untuk seluruh karyawannya.
Melalui inisiatif ini, karyawan dapat menggunakan serangkaian tools Citi AI, termasuk Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist, yang dirancang untuk menyederhanakan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan memberikan akses cepat ke informasi penting di dalam sistem Citi.
"Adopsi AI ini merupakan inti dari strategi Citi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di era digital, sekaligus memperkuat posisi sebagai mitra perbankan utama bagi institusi dengan kebutuhan global," kata Batara.
Selain kinerja bisnis, Citi Indonesia juga terus berkontribusi secara positif kepada komunitas di mana Citi berada sekaligus mendorong kemajuan ekonomi yang inklusif di Indonesia.
Salah satu contoh utamanya adalah program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL), kolaborasi dengan organisasi nirlaba YCAB Foundation yang dimulai pada awal tahun 2026.
Didanai oleh hibah dari Global Innovation Challenge 2025 dari Citi Foundation, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan peluang ekonomi digital bagi 2.500 generasi muda, dengan fokus khusus pada perempuan dan penyandang disabilitas.
"Pada kuartal kedua tahun 2026, Citi Indonesia bermitra dengan YCAB Foundation untuk menyelenggarakan #SmartMoneyTalksABLE sebagai bagian dari tradisi tahunan Citi untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat melalui Global Community Day," ujar Batara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya