Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Minggu, 25 Oktober 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengumumkan bahwa Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura per Sabtu (24/10/2026).
“Mulai besok (Sabtu 24/10/2026), kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” ujar Djoko ketika di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat (23/10/2026) malam.
Djoko menyampaikan tidak ada negara lain selain Singapura yang mengalami pengurangan ekspor gas. “Nggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja,” ujar Djoko.
Baca juga : Prabowo Nyalakan Mode Survival
Pernyataan tersebut selaras dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Pada Rabu (21/10/2025), setelah mengikuti sidang kabinet, Bahlil menyampaikan akan tidak memperpanjang ekspor gas ke negara tetangga.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung negara tetangga yang memberikan pandangan miring kepada Indonesia. Dia mengingatkan kepada negara tersebut untuk berhati-hati.
“Jadi, kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga,” ujar Bahlil.
Baca juga : Bahlil Buka Opsi Setop Ekspor Gas, Saleh Husin Kasih Jempol
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan akan mengevaluasi ekspor gas untuk mengoptimalkan konsumsi dalam negeri, sebab Indonesia akan membangun industri hilirisasi petrokimia.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pengembangan industri hilirisasi petrokimia, di mana bahan bakunya adalah gas. Oleh karena itu, pemerintah akan mengkaji ulang ekspor gas Indonesia.
Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa dari 100 persen produksi gas Indonesia, sebesar 30 persen diekspor ke luar negeri sementara 70 persennya untuk konsumsi domestik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya