Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perkuat Ketahanan Energi
Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Mitra Jepang
Senin, 26 Oktober 2026 13:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menjajaki teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) bersama dua mitra asal Jepang. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang penyaluran gas ke wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.
Kajian tersebut dilakukan bersama Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) pada 23 Oktober 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti, Representative Director & CEO Atomis Daisuke Asari, serta Director & Executive Officer, Head of the Business Development Division Yachiyo Engineering Kenjiro Yamanaka.
Acara tersebut disaksikan Koordinator Keselamatan Hilir Migas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Yuki Haidir serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Atsushi Ueno.
PTH Wakil Direktur Utama Pertamina Mega Satria mengatakan, kolaborasi dan inovasi teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan peluang bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, teknologi penyimpanan gas berbasis MOF berpotensi melengkapi sistem distribusi energi yang sudah ada. Teknologi ini juga dikaji untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki akses jaringan pipa.
Baca juga : Jaga Ketersediaan BBM, Pertamina Tambah Stok dan Jam Operasional SPBU
“Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, Pertamina berupaya mengeksplorasi solusi teknologi yang dapat mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik,” ujar Mega dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Mega menegaskan, kajian harus dilakukan secara sistematis dengan tujuan dan tahapan yang jelas. Aspek keselamatan, kelayakan teknis dan keekonomian, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan risiko juga menjadi pertimbangan utama.
Dengan demikian, hasil studi diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun ketahanan energi nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, Indonesia membutuhkan solusi distribusi energi yang sesuai dengan karakteristik geografis sebagai negara kepulauan.
“Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang perlu didukung oleh solusi distribusi sesuai karakteristik negara kepulauan. Sebagai perusahaan energi nasional milik negara, Pertamina terus mengeksplorasi inovasi untuk memperkuat ketahanan energi dan memperluas akses masyarakat terhadap energi yang terjangkau,” ujar Baron.
Dalam studi ini, Pertamina bersama kedua mitra mengevaluasi teknologi CubiTan® yang dikembangkan Atomis. Teknologi tersebut memanfaatkan material MOF berpori untuk mengikat molekul gas pada permukaannya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perluas Pasar 32 UMKM via Pertamina SMEXPO Cirebon 2026
Teknologi ini berpotensi mendukung penyimpanan gas metana pada tekanan lebih rendah dibandingkan sistem gas alam terkompresi konvensional. Potensi tersebut akan dikaji untuk mengetahui kesesuaiannya dalam penyimpanan dan pengangkutan gas, terutama ke wilayah dengan akses jaringan pipa terbatas.
Studi juga mencakup potensi pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif untuk berbagai kebutuhan yang saat ini menggunakan LPG. Jika memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi tersebut berpotensi mendukung diversifikasi pasokan energi.
Pemanfaatan gas domestik juga diharapkan membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Namun, potensi tersebut masih perlu dibuktikan melalui hasil kajian menyeluruh.
Baron menegaskan, kerja sama ini masih berada pada tahap studi. Hasil evaluasi akan menjadi dasar sebelum para pihak mempertimbangkan pengembangan teknologi lebih lanjut.
“Inovasi harus memberikan manfaat nyata dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Karena itu, kami mengedepankan pengujian menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kelayakan operasional, dan keekonomian,” katanya.
Selain teknologi penyimpanan gas, kolaborasi ini turut mengkaji konsep Smart Gas Network yang dikembangkan Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut menggabungkan wadah penyimpanan gas dengan sistem pemantauan jarak jauh.
Baca juga : Antrean BBM Akhirnya Tuntas
Sistem itu berpotensi membantu perencanaan pengiriman dan pengelolaan penggunaan gas. Para pihak akan mengevaluasi kesesuaiannya dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, serta ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, juga dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai lingkup studi.
Sebagai perusahaan energi yang menjalankan bisnis dari hulu hingga hilir, Pertamina terus memperkuat bisnis utama sekaligus mengembangkan peluang bisnis rendah karbon melalui strategi dual growth. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung ketersediaan, akses, keterjangkauan, dan penerimaan masyarakat terhadap energi serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya