Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasokan Ditambah, Personel Jaga 24 Jam
Antrean BBM Akhirnya Tuntas
Senin, 26 Oktober 2026 07:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengular di sejumlah kota, akhirnya bisa dituntaskan. Keberhasilan itu terwujud setelah Pertamina menambah pasokan, memperpanjang jam operasional, hingga mengerahkan personel untuk menjaga kelancaran pelayanan selama 24 jam.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, penambahan pasokan dan jam operasional SPBU dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Layanan tambahan juga disiapkan sesuai kondisi di lapangan.
“Pertamina mengemban amanah untuk memastikan pasokan BBM tersedia untuk masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Simon dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Simon membeberkan tiga langkah strategis Pertamina untuk memperbaiki pelayanan. Yakni, menambah pasokan BBM, memperpanjang jam operasional, serta menyediakan layanan tambahan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penambahan pasokan dibarengi penguatan distribusi hingga ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini diharapkan menjaga ketersediaan stok BBM di setiap daerah.
Baca juga : Prancis Masih Membara
Jam operasional mobil tangki dan petugas SPBU juga diperpanjang pada kondisi tertentu. Penguatan operasional dilakukan mulai dari terminal BBM hingga pelayanan di SPBU.
“Penambahan jam operasional dimulai dari terminal BBM hingga saat pelayanan kepada masyarakat,” sambungnya.
Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan, antara lain SPBU modular dan pengisian BBM dalam kemasan langsung ke kendaraan konsumen di SPBU, sesuai kebutuhan di lapangan.
Simon mengapresiasi kesabaran dan dukungan masyarakat selama terjadi antrean. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang membantu kelancaran distribusi energi.
“Pertamina akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keandalan pasokan dan senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
Baca juga : Ahmad Irawan: Masukan Ini Sebaiknya Disampaikan Ke DPR
Di wilayah Jawa Bagian Barat, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menempatkan petugas marshal untuk membantu mengatur antrean, terutama ketika jumlah kendaraan meningkat pada jam sibuk. Petugas mengarahkan kendaraan ke dispenser yang tersedia, memberikan informasi kepada pelanggan, serta memastikan proses pengisian BBM berlangsung aman dan tertib.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Reno Fri Daryanto mengatakan, operator dan marshal menjadi garda terdepan pelayanan Pertamina di SPBU.
“Kami terus memperkuat kompetensi, budaya melayani, dan penerapan aspek keselamatan agar setiap pelanggan memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan setiap kali datang ke SPBU,” ujar Reno, Sabtu (24/10/2026).
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan BBM melalui penerimaan kapal tanker di sejumlah terminal BBM di Jawa Timur. Penguatan dilakukan secara bertahap sejak 24 Oktober 2026 untuk menjaga kelancaran distribusi kepada masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, penerimaan BBM melalui kapal tanker merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan pasokan energi di wilayah tersebut.
Baca juga : Muhammad Zulfan Raghibie: Untuk Beri Kepastian Masa Transisi Pemilu
“Kami terus mengoptimalkan perencanaan dan pemantauan pasokan serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” kata Ahad, Minggu (25/10/2026).
Di Fuel Terminal (FT) Tuban, penerimaan Solar dari kapal tanker sedang berlangsung dengan volume sekitar 31 juta liter. Dalam beberapa hari berikutnya, terminal tersebut dijadwalkan menerima tambahan Solar sekitar 32 juta liter dan Pertamax sekitar 31 juta liter. Pasokan Pertalite juga diperkuat dengan volume sekitar 23 juta liter.
Sementara itu, di Integrated Terminal (IT) Surabaya, pembongkaran Solar di Dermaga Semampir berlangsung dengan volume sekitar 13 juta liter. Adapun IT Tanjung Wangi dijadwalkan menerima sekitar 10 juta liter Pertalite dan 2 juta liter Pertamax. [FAQ/UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya