Dark/Light Mode

Dukung Hilirisasi Nasional, Asuransi Jasindo Siap Perkuat Perlindungan Risiko

Selasa, 27 Oktober 2026 20:25 WIB
Foto: Dok Jasindo
Foto: Dok Jasindo

RM.id  Rakyat Merdeka - Percepatan hilirisasi nasional memasuki fase yang semakin konkret dengan berkembangnya ekosistem industri pengolahan di dalam negeri.

Pemerintah baru saja meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, dengan total nilai investasi mencapai sekitar Rp180 triliun, sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Perkembangan yang terjadi belakangan ini menunjukkan hilirisasi tidak lagi sebatas pengolahan bahan mentah, namun sudah bereskalasi menjadi ekosistem industri yang semakin kompleks dan terintegrasi.

Dengan perkembangan hilirisasi nasional yang semakin pesat, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat perannya sebagai Risk Management Partner bagi pelaku industri dalam menghadapi kompleksitas risiko yang menyertai pertumbuhan sektor hilir.

Baca juga : Asuransi Jasindo Dorong Antisipasi Risiko Iklim Siapkan Langkah Terencana

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, semakin kompleksnya ekosistem industri membutuhkan pendekatan pengelolaan risiko yang tidak berhenti pada perlindungan ketika terjadi kerugian, tetapi dimulai dari pemahaman terhadap karakteristik dan eksposur risiko setiap kegiatan usaha.

“Hilirisasi menciptakan ekosistem industri baru dengan aset, proses produksi, teknologi, serta rantai pasok yang semakin kompleks. Karena itu, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perjalanan bisnis sejak awal," ujar Brellian dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Brellian menambahkan, Asuransi Jasindo siap mendukung kebutuhan tersebut melalui pendekatan berbasis risiko secara menyeluruh dan disesuaikan dengan karakteristik industri.

Dia menjelaskan, risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional industri hilir tidak hanya berasal dari kerusakan aset, tetapi juga dapat mencakup gangguan mesin dan peralatan, kebakaran dan ledakan, gangguan utilitas dan energi hingga potensi gangguan terhadap kegiatan operasional dan kewajiban kepada pihak ketiga.

Baca juga : Maknai Kemerdekaan RI, Asuransi Jasindo Perkuat Perlindungan Bagi Masyarakat

Dalam konteks tersebut, kemampuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memahami risiko sebelum menentukan perlindungan menjadi semakin penting.

Pendekatan ini sejalan dengan transformasi Jasindo dalam memperkuat kapabilitas risk management, underwriting, risk engineering, serta solusi perlindungan yang terintegrasi.

Brellian menambahkan, Asuransi Jasindo memiliki kapabilitas pada berbagai lini bisnis yang relevan dengan ekosistem industri dan proyek strategis nasional.

“Bagi kami, pahami risikonya terlebih dulu sebelum memberikan perlindungan. Dengan begitu, solusi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan bisnis serta dapat mendukung keberlangsungan operasional tertanggung. Ini menjadi komitmen kami sebagai sebagai Risk Management Partner,” katanya. 

Baca juga : Ekspor SDA Melalui PT DSI Dukung Kemandirian Industri

Dia menambahkan percepatan hilirisasi juga memperkuat konektivitas antara investasi, industri, energi, teknologi, dan rantai pasok domestik.

Brellian menegaskan, perlindungan terhadap aset dan kegiatan usaha menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga keberlangsungan investasi dan operasional seiring dengan peningkatan kapasitas industri pengolahan di dalam negeri.

“Kami memandang hilirisasi bukan hanya sebagai pertumbuhan investasi, tetapi juga sebagai terbentuknya kapasitas industri. Asuransi Jasindo ingin turut mendukung pertumbuhan tersebut melalui pemahaman dan pengelolaan risiko yang kuat,” pungkas Brellian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.