Dark/Light Mode

CIMB Niaga Kantongi Laba Bersih Rp 4,5 Triliun di Kuartal III-2026

Kamis, 29 Oktober 2026 15:39 WIB
Foto: Dok. CIMB Niaga
Foto: Dok. CIMB Niaga

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp 4,5 triliun hingga kuartal III-2026.

Pada periode yang sama, total kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 242,6 triliun.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, perseroan mampu menjaga kinerja tetap stabil di tengah dinamika perekonomian.

Hal ini didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta efisiensi operasional.

“Laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision operating Profit/PPoP) tetap stabil sebesar Rp 8,2 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,8 persen yoy," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Lani menyebut, pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari segmen perbankan korporasi yang meningkat 15,1 persen secara tahunan.

Baca juga : CIMB Niaga Syariah Berikan Nilai Tambah Kepada Nasabah di Surabaya

Kredit segmen perbankan komersial tumbuh 6,4 persen dan segmen usaha menengah dan kecil meningkat 1,9 persen. Diakuinya, profitabilitas perseroan menghadapi tekanan akibat penurunan margin bunga dan peningkatan pencadangan.

“Peningkatan pencadangan tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko kredit,” ucapnya.

Namun, CIMB Niaga tetap menjaga posisi permodalan dan likuiditas. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 23,7 persen.

“Fundamental yang solid ini menjadi landasan penting bagi kami untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.

Lani menegaskan, perseroan akan tetap menerapkan langkah adaptif dan berhati-hati dalam menghadapi dinamika perekonomian, serta mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek.

“Ke depan, kami akan terus menghadapi dinamika perekonomian dengan langkah adaptif dan penuh kehati-hatian, sekaligus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek," katanya.

Baca juga : CIMB Group Bantah Rumor Privatisasi Saham CIMB Niaga

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 273,7 triliun. Dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) tumbuh 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp 197 triliun.

Pertumbuhan tersebut mendorong rasio CASA meningkat menjadi 72 persen. Total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp 384,8 triliun per 30 September 2026, tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 87,7 persen. Di bidang pembiayaan berkelanjutan, CIMB Niaga menyalurkan pembiayaan sebesar Rp65 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

Nilai tersebut setara dengan 26,6 persen dari total portofolio pembiayaan bank, didukung permintaan pada pembiayaan terkait keberlanjutan, produk ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, dan transportasi berkelanjutan.

“Kami juga memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai acuan penilaian dan klasifikasi kegiatan ekonomi berkelanjutan,” katanya.

Kerangka tersebut melengkapi Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS) yang digunakan CIMB Niaga.

Baca juga : CIMB Niaga Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan

Selanjutnya pada layanan digital, CIMB Niaga mencatat 90 persen transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital selama sembilan bulan pertama 2026.

“Transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi OCTO tumbuh 69 persen secara tahunan, transfer BI-FAST meningkat 38 persen, dan pembayaran tagihan naik 29 persen,” ungk Lani.

Transaksi produk investasi melalui OCTO, yang mencakup reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, dan obligasi pasar sekunder, meningkat 22 persen secara tahunan hingga September 2026.

Nilai transaksi pada kategori tersebut tumbuh 19 persen dalam periode yang sama. Per 30 September 2026, CIMB Niaga mengoperasikan 41 Digital Branch dan 30 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia.

Fasilitas tersebut menyediakan layanan seperti pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pembaruan data nasabah yang dapat diselesaikan dalam waktu lima menit. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.