Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi BSI dan BPJPH Fasilitasi 5 Ribu Kuota Sertifikasi Halal UMKM
Sabtu, 31 Oktober 2026 13:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menyediakan 5.000 kuota sertifikasi halal.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian BSI International Expo 2026 di Jakarta.
Bagi pelaku UMKM, khususnya nasabah BSI, fasilitas sertifikasi halal tersebut dinilai menjawab kebutuhan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Sertifikasi halal juga menjadi salah satu standar penting bagi produk UMKM untuk meningkatkan daya saing dan membuka peluang penetrasi pasar yang lebih luas.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, komitmen BSI untuk tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan. Tetapi juga menjadi mitra bagi UMKM agar mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan.
Baca juga : WHA Raih Penghargaan dalam Gelaran Indonesia Halal Awards 2026
“Kami ingin UMKM Indonesia mampu menjadi local champion untuk kemudian berbicara di kancah global,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10/2026).
Melalui semangat Buy Local, Go Global, BSI mendorong penguatan standar halal, akses pembiayaan syariah, serta digitalisasi transaksi sebagai satu ekosistem utuh.
“Sertifikasi halal adalah fondasi penting agar produk lokal memiliki daya saing tinggi dan diakui dunia,” kata Anggoro.
Hingga pertengahan 2026, BSI telah dipercaya oleh lebih dari 340 ribu nasabah UMKM di seluruh Indonesia dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 55,17 triliun.
Menurut Anggoro, fasilitasi sertifikasi halal tersebut diharapkan dapat mempercepat standardisasi produk makanan dan minuman UMKM.
Baca juga : Ombudsman Dukung Wajib Halal Oktober 2026 sebagai Hak Publik
“Kami berharap fasilitas ini meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat daya saing, dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan,” ucapnya.
Melalui sinergi dengan BPJPH dan asosiasi pelaku usaha, BSI berkomitmen terus menghadirkan solusi bagi UMKM, mulai dari pembiayaan, pembayaran digital, hingga penguatan standar halal.
“Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM Indonesia naik kelas, memperluas pasar, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam industri halal global,” harapnya.
Sementara itu, Ketua APMISO (Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso) Laksiman yang merupakan pelaku usaha kuliner lokal sekaligus nasabah UMKM BSI, menyambut baik program tersebut.
Menurutnya, fasilitasi sertifikasi halal sangat membantu pelaku usaha kecil yang selama ini lebih banyak memfokuskan sumber daya untuk mengembangkan usaha.
Baca juga : BPJPH: Momentum Bersejarah Wajib Halal Sepenuhnya Diterapkan di Era Prabowo
“Sebagai pelaku usaha kecil, memiliki sertifikasi halal adalah sesuatu yang istimewa. Selama ini fokus kami adalah mengembangkan usaha, sementara untuk memperoleh sertifikasi halal ada biaya yang harus disiapkan,” katanya.
Laksiman menyebut, dukungan BSI dan BPJPH memberikan manfaat nyata bagi UMKM. Keberadaan sertifikasi dan logo halal resmi dapat meningkatkan keyakinan konsumen sekaligus memberikan kepercayaan diri bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
“Kami makin percaya diri untuk menawarkan produk ke ritel modern, bahkan bermimpi untuk bisa ekspor,” ujarnya.
Sebanyak 5.000 kuota sertifikasi halal tersebut disalurkan secara simbolis kepada dua asosiasi, yakni APMISO dan Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) dalam acara bertajuk ‘Jajan Halal Bersama BSI dan BPJPH’ yang melibatkan lebih dari 100 tenant makanan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya