Dark/Light Mode

PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perluas Penghijauan di 7 Wilayah

Senin, 2 November 2026 23:14 WIB
Foto: Dok. PNM.
Foto: Dok. PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan dengan menanam pohon, tetapi juga memastikan tanaman tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem serta masyarakat.

Melalui program Green Impact, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah Indonesia.

Program yang dijalankan melalui PNM Peduli ini mencakup wilayah Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang.

Kegiatannya berfokus pada penghijauan, pelestarian vegetasi lokal, serta pemulihan ekosistem dengan melibatkan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, dan instansi terkait.

Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, dan beringin.

Pemilihan jenis tanaman tersebut ditujukan untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan penanaman.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan bersama masyarakat.

Baca juga : PNM dan BAZNAS Salurkan Ambulans ke 15 Daerah, Perluas Akses Kesehatan

Menurutnya, keberhasilan penghijauan tidak semata-mata diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari pertumbuhan tanaman dan manfaat yang dihasilkan bagi lingkungan.

“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris.

Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, penanaman pohon ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026.

Dalam rangkaian tersebut, Insan PNM menaklukkan sejumlah puncak tertinggi di Indonesia sekaligus melakukan penanaman bibit pohon di lereng gunung yang didaki.

Dengan demikian, kegiatan pendakian juga diwujudkan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan di setiap lokasi. 

Salah satu kegiatan penanaman dilakukan di Banyuwangi, tepatnya di lereng Gunung Raung dengan ketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut (mdpl), Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Jawa Timur.

Di lokasi tersebut, PNM menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri dari 500 bibit cemara, 200 bibit durian, dan 300 bibit alpukat.

Baca juga : PNM Peduli Gelar Trauma Healing, Bantu Nasabah Flores Bangkit Berusaha

Penanaman ini diharapkan membantu menjaga sumber air alami, mendukung fungsi kawasan resapan air, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem dan habitat flora maupun fauna endemik.

Selain manfaat ekologis, pohon durian dan alpukat juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara berkelanjutan.

Sementara itu, di Banjarnegara, PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik untuk ditanam di kawasan Gunung Prau.

Kegiatan tersebut ditandai melalui seremoni penanaman pohon di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, Kamis (22/10).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti, mengatakan penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, serta menghasilkan oksigen.

Menurutnya, dampak penanaman pohon baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, perawatan dan pemantauan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Sementara itu, Resya menyampaikan bahwa penyaluran 500 bibit pohon tersebut merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan PNM dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga : PNM Peduli Hadirkan Akses Air Bersih untuk Pengungsi Gempa NTT

Untuk memastikan keberlanjutan program, PNM melakukan pemantauan setiap enam bulan sekali di seluruh wilayah penanaman.

Pemantauan tersebut mencakup perkembangan tanaman, evaluasi kondisi di lapangan, serta upaya memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Melalui langkah ini, PNM mengukur keberhasilan penghijauan berdasarkan pertumbuhan tanaman dan manfaat yang dihasilkan bagi lingkungan maupun masyarakat.

Selain menjaga tutupan vegetasi dan mendukung keanekaragaman hayati, program Green Impact juga diharapkan meningkatkan keterlibatan nasabah PNM dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman bersama komunitas lokal dan pemerintah desa, sehingga upaya penghijauan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.