Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Solusi Penghijauan, Hizrah Maulana Bangun Bandar Pohon Indonesia
Kamis, 19 Maret 2026 22:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam melahirkan berbagai inisiatif berbasis lingkungan. Salah satunya datang dari Hizrah Maulana yang mendirikan PT Bandar Pohon Indonesia sebagai usaha yang menggabungkan kepedulian lingkungan dan peluang ekonomi.
Hizrah menjelaskan, perusahaan yang telah berjalan sekitar dua tahun ini berfokus pada jasa penataan lanskap, penyediaan tanaman hias, serta pohon peneduh untuk berbagai kebutuhan. Layanan tersebut mencakup hunian pribadi, kawasan komersial, hingga proyek tata kota.
"Bandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri dan sehat,” ujar Hizrah dalam pernyataannya di kawasan BSD, Tangerang Selatan, dikutip Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, ketertarikan di bidang penghijauan berawal dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin meluas.
Baca juga : Jelang Lebaran, AirNav Waspadai Balon Udara Liar
Ia menilai, pembangunan yang pesat tanpa keseimbangan ruang hijau berdampak pada menurunnya kualitas tanah, air, dan udara.
“Ekosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” tuturnya.
Keprihatinan tersebut semakin terasa saat pandemi Covid-19 melanda. Hizrah menilai kondisi itu menjadi momen refleksi bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan keseimbangan alam dan pentingnya lingkungan yang sehat.
Dalam praktiknya, Bandar Pohon Indonesia tidak hanya menyediakan tanaman, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penghijauan.
Baca juga : Dapur MBG di Serang Mulai Dibangun, Gerakkan Ekonomi Daerah
Ia menyarankan komposisi ideal dalam pembangunan rumah, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan guna menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.
Perusahaan ini juga melakukan penyelamatan pohon dari berbagai daerah, seperti Sumbawa, Bima, hingga Papua. Pohon-pohon yang terancam rusak atau ditebang dipindahkan dan dirawat kembali agar tetap bermanfaat.
Dari sisi bisnis, respons pasar dinilai cukup positif. Permintaan datang dari berbagai sektor, mulai dari perumahan, hotel, kafe, hingga proyek pemerintah.
Untuk mendukung operasional, perusahaan mengembangkan lahan pembibitan seluas hingga 20 hektare di Bogor, sekaligus memberdayakan masyarakat dengan membeli tanaman hasil budidaya warga.
Baca juga : BGN Peringatkan Mitra: Program MBG Bukan Ladang Bisnis!
Hizrah menegaskan bahwa penghijauan bukan sekadar peluang usaha, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan.
“Pohon bukan sekadar estetika, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon dari sekarang,” ujarnya.
Ke depan, Bandar Pohon Indonesia menargetkan ekspansi pasar ke berbagai sektor, termasuk kawasan wisata dan pengembangan kota hijau, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya