Dark/Light Mode

Backlog Perumahan Capai 9,9 Juta Unit, Habitat Ajak Anak Muda Bergerak

Selasa, 3 November 2026 20:12 WIB
Foto: Habitat
Foto: Habitat

RM.id  Rakyat Merdeka - Habitat for Humanity Indonesia mengajak generasi muda terlibat aktif dalam mengatasi persoalan perumahan layak di Indonesia yang masih menghadapi backlog atau kekurangan pasokan rumah sekitar 9,9 juta unit.

Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan 28UILD 2026 yang digelar di Bogor dan Gresik, Sabtu (31/10/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda.

Mengusung kampanye Let's Open the Door: Youth in Action for Decent Housing, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 250 relawan yang bergotong royong melakukan berbagai aktivitas, mulai dari pengecatan, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori untuk membantu penyerapan air.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman mengatakan, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, diperlukan untuk mendorong terwujudnya hunian layak bagi seluruh keluarga.

"Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar," ujarnya.

Baca juga : Menhut Tinjau Sekat Bakar 3,2 Km untuk Lindungi Habitat Orangutan Barito Utara

Menurut dia, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bangunan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memenuhi biaya tempat tinggal serta keamanan hunian.

Riset Global Habitat for Humanity International bertajuk Home at What Cost? yang melibatkan 30.758 responden di 22 negara menunjukkan besarnya tekanan biaya perumahan terhadap kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, sebanyak 73 persen responden mengaku harus mengurangi pengeluaran pada setidaknya satu aspek kehidupan dalam setahun terakhir untuk memenuhi biaya perumahan.

Selain itu, 49 persen responden mengkhawatirkan situasi tak terduga yang dapat mengancam keberlangsungan mereka dalam memiliki atau menempati rumah. Sebanyak 41 persen lainnya merasa cuaca ekstrem membuat mereka kesulitan merasa aman di tempat tinggalnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa hunian layak tidak sekadar berkaitan dengan kepemilikan tempat berteduh, tetapi juga mencakup aspek keamanan, ketahanan, dan kualitas hidup penghuninya.

Baca juga : Kolaborasi Habitat For Humanity & Pemkab Sragen Perbaiki 101 Rumah

Salah satu relawan, Aisha, mengatakan keikutsertaannya dalam 28UILD untuk pertama kalinya memberikan pengalaman baru mengenai persoalan akses terhadap rumah layak di Indonesia.

"Ini kali pertama saya mengikuti 28UILD dan dari sini saya belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak," katanya.

Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012, 28UILD juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan kreativitas terkait isu perumahan.

Tahun ini, sejumlah karya dari rangkaian kompetisi Let's Open the Door turut ditampilkan, di antaranya desain pemenang 28UILD T-Shirt Design Competition 2026 dan instalasi pintu yang memuat karya tujuh pemenang Door Art & Illustration Competition 2026.

Habitat for Humanity Indonesia juga memperluas keterlibatan anak muda melalui program Youth in Action: Let's Open the Door Mini Grant. Melalui program tersebut, lima kelompok relawan terpilih akan menjalankan kampanye di komunitas masing-masing untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai housing resilience atau ketangguhan hunian.

Baca juga : Generasi Literat Luncurkan Antologi Suara Anak Muda Lintas Agama

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari sejumlah tokoh publik yang tergabung dalam Habitat Icons, antara lain Nadia Tjoa dan Josh Kunze. Keduanya mengajak generasi muda menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda melalui kepedulian dan aksi nyata bagi masyarakat.

Hingga 2026, rangkaian kegiatan 28UILD telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, dan Batam.

Melalui kegiatan tersebut, Habitat for Humanity Indonesia berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang aman dan layak.

Semangat persatuan yang diperingati setiap Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak bagi setiap keluarga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.