Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menhut Perintahkan Water Bombing Atasi Karhutla Dekat Habitat 200 Orangutan
Rabu, 23 September 2026 12:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memerintahkan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kawasan habitat sekitar 200 orangutan di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Penanganan dilakukan melalui pengerahan pasukan darat, pembuatan sekat bakar, hingga operasi water bombing. Perintah tersebut disampaikan Raja Juli melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan itu, Raja Juli memperlihatkan koordinasi penanganan kebakaran di sekitar kawasan Kalaweit.
Sebelumnya, pegiat lingkungan Andrew Kalaweit melaporkan kondisi kebakaran di Jalan TOP Paring Lahung Km 4, Kecamatan Montallat, Barito Utara.
Api dilaporkan telah menjalar hampir satu kilometer, sementara tim di lapangan mengalami keterbatasan personel dan pasokan air.
Menanggapi kondisi tersebut, Raja Juli meminta pembuatan sekat bakar menggunakan alat berat dan penguatan pasukan darat Manggala Agni.
Baca juga : Karhutla Ganggu Bandara, Menhut-Kepala BNPB Ngantor Di Kalteng
“Satu, saya minta tadi pasukan darat Manggala Agni untuk kuat di sana. Kedua, water bombing,” kata Raja Juli.
Raja Juli mengatakan telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pengerahan water bombing.
Koordinat lokasi, menurut dia, telah dikirimkan agar penyiraman dari udara dapat diarahkan ke titik kebakaran.
“Saya sudah telepon Ketua BNPB, beliau mengatakan segera laksanakan dengan koordinat yang tadi dikirim,” tegasnya.
Ia juga meminta personel di lapangan memberikan arahan posisi secara langsung agar air dari operasi water bombing dapat diarahkan ke titik api yang tepat.
Selain pengerahan pasukan dan water bombing, Raja Juli memberikan izin penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar di kawasan tersebut.
Baca juga : Pertamina EP Lirik Gandeng TNI Perkuat Pencegahan Karhutla dari Desa
Langkah itu berkaitan dengan keberadaan perusahaan tambang batu bara yang lokasinya berada dekat titik kebakaran.
Raja Juli menyebut, perusahaan tersebut sempat beralasan lokasi yang akan dimasuki berada di luar kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PPKH).
Namun, dalam kondisi darurat, Raja Juli mengatakan penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar diperbolehkan guna mencegah api meluas.
“Kalau mereka beralasan itu hanya menurunkan alat berat untuk membuat sekat apinya, itu bisa ada masalah hukum karena itu kawasan. Dalam keadaan darurat seperti ini nggak ada masalah,” jelasnya.
Meski demikian, Raja Juli memberikan batasan bahwa alat berat hanya boleh digunakan untuk membuat sekat bakar dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
“Jangan sampai melebihi dari yang perlu untuk sekat bakar. Karena sekat bakar itu orang masuk ke kawasan yang liar dalam keadaan sekarang untuk mencegah kemudaratan yang lebih besar,” ingatnya.
Baca juga : Kemenhut Telusuri 697 Batang Kayu Log Hanyut Ke Pesisir Sumenep
Raja Juli juga meminta seluruh proses penggunaan alat berat direkam untuk memastikan penggunaannya sesuai kebutuhan penanganan darurat.
“Betul-betul nanti gunanya untuk sekat bakar itu, bukan nanti ada kebun sawit, buat tambang baru, apalagi illegal mining yang baru,” tegasnya.
Sebelumnya, BPBD Barito Utara bersama tim gabungan telah melakukan penanganan lanjutan kebakaran di kawasan observasi Yayasan Chanee Kalaweit di Jalan Houling PT PAMA TOP Km 4, Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat.
Api dilaporkan sempat melewati sekat bakar yang sebelumnya dibuat. Dalam perkembangan berikutnya, sekat bakar sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer telah dibuat di kawasan habitat sekitar 200 orangutan tersebut.
Kondisi kawasan kini relatif aman, tetapi kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan hingga musim kering berakhir.
“Perjuangan belum selesai. Kita jaga kawasan ini bersama, jangan biarkan api mengambil rumah bagi ratusan orangutan yang hidup di dalamnya,” tulis Raja Juli dalam unggahannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya