Dark/Light Mode

RSUP Surabaya dan ARSADA Jatim Percepat Digitalisasi RSUD

Sabtu, 7 November 2026 11:42 WIB
RSUP Kemenkes Surabaya dan ARSADA Jawa Timur menggelar workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026 untuk mempercepat transformasi digital rumah sakit.
RSUP Kemenkes Surabaya dan ARSADA Jawa Timur menggelar workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026 untuk mempercepat transformasi digital rumah sakit.

RM.id  Rakyat Merdeka - RSUP Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur mendorong percepatan transformasi digital rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengintegrasikan layanan, dan memperkuat kinerja rumah sakit.

Upaya tersebut dibahas dalam workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026 yang digelar di Lobby C RSUP Surabaya, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkes, Telkom Indonesia, ESTRADA, serta sejumlah pimpinan RSUD di Jawa Timur.

Mengusung tema Connected Through SATUSEHAT. Transforming Hospital Performance. Accelerating Growth, forum tersebut menekankan pentingnya integrasi platform SATUSEHAT sebagai fondasi transformasi sistem kesehatan nasional.

Transformasi digital dinilai tidak cukup hanya untuk memenuhi ketentuan regulasi dan menghubungkan sistem informasi. Lebih dari itu, pemanfaatan teknologi harus mampu mendukung kesinambungan pelayanan, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkuat efektivitas pengelolaan rumah sakit.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, RSUD juga dituntut menjaga kualitas pelayanan sekaligus mengendalikan sumber daya, biaya operasional, dan keberlanjutan keuangan. Karena itu, transformasi digital perlu diarahkan pada peningkatan kinerja rumah sakit secara menyeluruh.

Baca juga : Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan lewat Revitalisasi RSUD dan Puskesmas

Dalam mendukung agenda tersebut, Telkom Regional 3 bersama ESTRADA menawarkan pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan infrastruktur digital dengan kebutuhan pelayanan dan manajemen rumah sakit.

Telkom berperan memperkuat fondasi kedaulatan digital melalui penyediaan konektivitas, pusat data, dan keamanan informasi. Sementara ESTRADA berfokus pada pemanfaatan teknologi dan data untuk meningkatkan efisiensi, memantau kinerja, serta mendukung pengambilan keputusan manajemen.

EVP Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto mengatakan, kedaulatan digital merupakan fondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan.

"Melalui infrastruktur yang andal dan kolaborasi dengan mitra solusi seperti ESTRADA, Telkom berkomitmen mendukung transformasi RSUD agar teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat," kata Rachmad, dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ESTRADA juga memperkenalkan VALID AI dan HELIX (Hospital Executive Intelligence), dua solusi yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan informasi manajemen untuk mendukung pengelolaan rumah sakit.

Baca juga : KSP Kawal Peningkatan Kelas Rumah Sakit Daerah

Kedua solusi tersebut dikembangkan untuk membantu rumah sakit meningkatkan pengelolaan klaim, memantau kinerja keuangan dan operasional, serta mengidentifikasi potensi risiko lebih dini.

Direktur Utama ESTRADA, Luluk Nurhayati menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang digunakan, melainkan dari manfaat yang dihasilkan bagi pasien dan kualitas pelayanan.

"Rumah sakit yang kuat adalah rumah sakit yang mampu menjaga keselamatan pasien, mengelola sumber daya secara efisien, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Inilah arah transformasi yang ingin kami dukung bersama Telkom dan seluruh pemangku kepentingan," sambung Lupuk.

Selain dukungan teknologi, transformasi digital rumah sakit juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, keamanan data, serta pendampingan operasional secara berkelanjutan.

Untuk itu, Telkom dan ESTRADA membuka peluang kolaborasi melalui pendekatan layanan terkelola atau managed service. Skema ini diharapkan membantu rumah sakit mengadopsi dan mengelola teknologi sesuai kebutuhan serta kapasitas masing-masing, termasuk RSUD yang memiliki keterbatasan sumber daya teknologi informasi internal.

Baca juga : KSP Kawal Percepatan Pembangunan RSUD Kelas C, Target Rampung 77 Hari

Inisiatif tersebut turut didukung mitra teknologi Dahua dan RansNet sebagai bagian dari ekosistem pendukung transformasi digital rumah sakit.

Dengan dukungan kantor di Jakarta dan Surabaya, ESTRADA juga menyatakan komitmennya untuk mendampingi transformasi RSUD di Jawa Timur melalui kolaborasi, pengembangan solusi, dan dukungan layanan berkelanjutan.

Melalui forum RSUD NEXTGEN 2026, sinergi pemerintah, rumah sakit, dan industri teknologi diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih aman bagi pasien, berkualitas bagi masyarakat, serta didukung rumah sakit yang tangguh dan berkinerja tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.