Dark/Light Mode

Jenguk Korban Gempa M7,7 NTT

Menkes: Yosef Harus Dioperasi, Agar Tak Cacat dan Bisa Main Bola Lagi

Selasa, 18 Agustus 2026 20:06 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan saat gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (Foto: dok. Kemenkes)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan saat gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (Foto: dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjenguk pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan saat gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Salah satunya Yosef, bocah berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha setelah rumah tetangganya roboh akibat gempa.

“Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional,” ujar Menkes Budi, saat meninjau kondisi Yosef, Selasa (18/8/2026).

Menkes memastikan, Yosef mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis ortopedi yang dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng.

Tim tersebut antara lain berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta didukung tenaga medis dari sejumlah rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran.

Patah Tulang Kasus Terbanyak 

Baca juga : Perkuat Penanganan Gempa NTT, Kapolri Tinjau Lokasi Terdampak & Serahkan Bantuan

Menkes Budi menyampaikan, kasus patah tulang dan trauma menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pasca gempa. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan dokter spesialis ortopedi, agar pasien dapat segera memperoleh tindakan medis yang diperlukan.

“Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Ada dari Sardjito, Ben Mboi, Universitas Hasanuddin, dan Rumah Sakit Dr. Soetomo yang khusus membantu di RSUD Ruteng. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan,” papar Menkes Budi.

Rumah Sakit Lapangan 

Untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi tetap dapat berjalan, Kemenkes tengah membangun rumah sakit lapangan yang berlokasi di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai.

Rumah sakit lapangan tersebut akan dilengkapi dengan ruang operasi, sehingga pelayanan bedah dapat dilakukan secara aman, meski bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan.

Baca juga : Kapolri Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT

Selain RSUD Ruteng, Kemenkes juga menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan di RSUD Nagekeo. Kedua rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan yang mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga tidak dapat beroperasi secara optimal.

“Karena rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita sedang membangun rumah sakit lapangan. Agar dokter-dokter bisa melakukan operasi dengan baik,” ujar Menkes Budi.

Menkes menegaskan, respons kesehatan pascagempa tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Kemenkes akan memperkuat mobilisasi tenaga kesehatan dan relawan untuk melakukan penyisiran atau sweeping kesehatan ke berbagai wilayah terdampak.

Tim kesehatan akan mendatangi puskesmas dan desa-desa terdampak untuk mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan segera, termasuk pasien yang perlu dirawat maupun dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga : HUT Ke-81 RI Di Melbourne Berlangsung Khidmat, WNI Doakan Korban Gempa NTT

“Kita perlu sekali mengirim tim relawan ke seluruh puskesmas yang ada di Flores Utara untuk menyapu bersih semua desa, mengidentifikasi pasien-pasien mana yang harus segera kita rawat dan dirujuk ke rumah sakit,” kata Menkes Budi.

Kemenkes terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, serta jejaring tenaga kesehatan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan. Dukungan tenaga medis spesialis, pembangunan fasilitas pelayanan sementara, serta penyisiran kesehatan di masyarakat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

Menkes Budi juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh proses penanganan pasien, termasuk tindakan operasi bagi korban yang membutuhkan, dapat berjalan lancar sehingga pasien dapat segera pulih dan kembali ke keluarga.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.