Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jasa Marga Gandeng BPS Integrasikan Data Perkuat Analisis Ekonomi-Transportasi
Sabtu, 7 November 2026 18:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Badan Pusat Statistik (BPS) menjalin kerja sama untuk memperkuat integrasi dan pertukaran data statistik.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung analisis bisnis, pengembangan sistem informasi, serta pengukuran kontribusi sektor transportasi terhadap perekonomian nasional.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, dan mutakhir menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan.
Melalui kolaborasi ini, Jasa Marga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan data statistik untuk menganalisis dinamika ekonomi dan transportasi, termasuk keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat.
"Kolaborasi dengan BPS menjadi langkah strategis bagi Jasa Marga untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Informasi statistik yang akurat dan terintegrasi dapat membantu kami memahami perkembangan ekonomi wilayah, pergerakan sektor transportasi, serta keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan operasional jalan tol," kata Rivan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BPS di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Baca juga : Hikmah di Balik Penghentian Sementara Feeder LRT Sumatera Selatan
Menurutnya, pemanfaatan data tersebut juga dapat mendukung perencanaan dan strategi creating traffic guna meningkatkan jumlah transaksi di jalan tol.
Melalui MoU ini, kedua institusi akan mengembangkan mekanisme integrasi dan pertukaran data melalui Application Programming Interface (API) dengan memanfaatkan platform masing-masing.
Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan sistem integrasi data serta pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pertukaran informasi berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Rivan menambahkan, pemanfaatan data statistik BPS diharapkan dapat memperkaya analisis lalu lintas, sekaligus memperkuat kapabilitas data intelligence di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC).
Dengan integrasi tersebut, analisis lalu lintas dapat dikombinasikan dengan data statistik BPS untuk memahami pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang serta kaitannya dengan aktivitas ekonomi wilayah.
Baca juga : Harapan Baru Transportasi Publik Pontianak Melalui Skema Buy the Service
"Hasil analisis tersebut akan menjadi masukan bagi Jasa Marga dalam meningkatkan akurasi prediksi lalu lintas, merencanakan kesiapan operasional jalan tol, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan," ujar Rivan.
Di kesempatan sama, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyebut di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan big data, data lalu lintas jalan tol yang dihimpun Jasa Marga setiap hari memiliki potensi besar untuk memperkuat kualitas statistik.
Utamanya, dalam mengukur aktivitas sektor transportasi dan kontribusinya terhadap perekonomian. Menurut Amalia, data lalu lintas jalan tol juga dapat dimanfaatkan untuk membaca dinamika aktivitas ekonomi antarwilayah secara lebih cepat.
"Jalan tol berperan penting sebagai pengungkit aktivitas ekonomi yang setiap triwulan kami ukur. Aktivitas ekonomi ini kami ukur dari semua wilayah yang akhirnya berujung pada pertumbuhan ekonomi. Karena kita tahu jalan tol ini menggerakkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, data yang kami kumpulkan menjadi sangat kritikal dan mendesak," sambung Amalia.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Jasa Marga memungkinkan BPS memperoleh sumber data yang lebih akurat dan terperinci untuk menangkap serta mengukur aktivitas ekonomi.
Baca juga : Fasilitas Transportasi Umum Jakarta Butuh Pembenahan
Data lalu lintas yang dihimpun setiap hari dapat memberikan gambaran pergerakan ekonomi antarwilayah tanpa harus selalu menunggu hasil survei. Terlebih, data yang tersedia saat ini telah mencakup sekitar 70 persen lalu lintas jalan tol.
Amalia mencontohkan, keterkaitan antara aktivitas ekonomi dan lalu lintas jalan tol terlihat saat pandemi Covid-19. Ketika aktivitas ekonomi menurun, volume lalu lintas jalan tol juga mengalami penurunan.
Dia menilai, integrasi data BPS dan Jasa Marga berpeluang meningkatkan akurasi statistik yang dihasilkan. Melalui analisis bersama, data lalu lintas Jasa Marga dapat dipadukan dengan data pergerakan masyarakat di sekitar jalan tol untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai aktivitas ekonomi nasional.
BPS juga mendorong pengembangan pemodelan, prediksi, dan proyeksi mobilitas masyarakat melalui integrasi data statistik dan big data kedua institusi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya