Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin
- Akademisi Apresiasi Reformasi BUMN, Danantara Rampingkan 364 Perusahaan
- Pengembangan Penyidikan, KPK Geledah Kantor PT Djarum & Bea Cukai Kudus
- Tok! BEI Siap Bagikan Dividen Rp 1,564 T
- Prabowo Beri Selamat Atas Kemenangan Lula, Dorong Penguatan Hubungan RI-Brazil
Jasa Raharja Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi
Rabu, 28 Oktober 2026 20:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Jasa Raharja terus memperluas perannya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional.
Tak lagi hanya berfokus pada pembayaran santunan korban kecelakaan, perusahaan kini bertransformasi menjadi protection provider dengan memperkuat kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
Transformasi tersebut mengusung semangat Beyond Compensation: Membangun Ekosistem Keselamatan Transportasi Indonesia, dengan visi From Payer to Protector, From Protector to Predictor.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, perkembangan mobilitas masyarakat dan semakin kompleksnya risiko transportasi menuntut sistem perlindungan yang lebih adaptif.
Karena itu, Jasa Raharja berupaya memperluas kontribusinya, tidak hanya dalam memberikan perlindungan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga mendukung upaya pencegahan.
Baca juga : Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim
"Transformasi bukan berarti Jasa Raharja ingin mengambil alih peran regulator lain. Kami justru ingin memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan mandat dan kapasitas yang kami miliki," kata Awaluddin di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Awaluddin menegaskan, Jasa Raharja ingin menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat.
Menurutnya, keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang harus saling melengkapi dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi nasional.
Untuk memperkuat peran tersebut, Jasa Raharja mengoptimalkan pemanfaatan data kecelakaan, edukasi keselamatan, peningkatan kualitas pelayanan korban, serta dukungan terhadap berbagai program keselamatan yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.
Baca juga : Risiko Kesehatan Meningkat, FWD Insurance Perkuat Perlindungan Masyarakat
Komitmen itu tercermin dari pelaksanaan 6.098 program keselamatan transportasi sepanjang Januari-September 2026.
Program tersebut dijalankan melalui enam pilar intervensi, meliputi edukasi dan sosialisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, intervensi infrastruktur, inovasi teknologi, penelitian dan evaluasi, serta inovasi program.
Berbagai kegiatan tersebut antara lain menyasar 875 titik rawan kecelakaan di berbagai wilayah Indonesia.
Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, transformasi menuju protection provider tidak mengurangi fokus perusahaan terhadap mandat utamanya, yakni memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas.
Sepanjang Januari-September 2026, Jasa Raharja telah memberikan pelayanan kepada 129.443 korban kecelakaan. Jumlah tersebut terdiri atas 20.836 korban meninggal dunia dan 108.607 korban luka-luka.
Baca juga : Direktur Jasa Raharja Raih Rekognisi In-House Counsel Elite 2026
Awaluddin menyebut peningkatan kualitas pelayanan santunan tetap menjadi prioritas perusahaan. Namun, data dan pengalaman yang dimiliki Jasa Raharja juga dinilai dapat menjadi modal penting untuk mendukung upaya pencegahan kecelakaan.
"Ketika data dan pengalaman pelayanan yang kami miliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung pencegahan kecelakaan, di situlah Jasa Raharja dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya