Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPDP Fasilitasi Promosi Industri Perkebunan di Trade Expo Indonesia 2026
Selasa, 20 Oktober 2026 07:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas promosi produk perkebunan nasional dan membuka akses pasar internasional. Dalam ajang perdagangan tersebut, BPDP menggandeng lima asosiasi industri perkebunan serta memfasilitasi penguatan kerja sama bisnis dengan mitra dari luar negeri.
TEI 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Melalui booth promosi, BPDP memperkenalkan peran dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri perkebunan Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Lima asosiasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Asosiasi Pengusaha Oleokimia Indonesia (APOLIN), Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI), dan Asosiasi Industri Kakao Indonesia (Askindo).
Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, mengatakan keikutsertaan BPDP dalam TEI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas promosi dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan di sektor perkebunan.
Baca juga : Perwakilan Dagang RI Jadi Ujung Tombak Pasar Global
“Melalui Trade Expo Indonesia 2026, BPDP berupaya memperkenalkan berbagai program dan dukungan BPDP dalam pengembangan industri perkebunan Indonesia, sekaligus mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar Aida.
Menurutnya, kolaborasi dengan asosiasi industri diperlukan agar potensi komoditas perkebunan Indonesia, termasuk kelapa sawit, kelapa, dan kakao, semakin dikenal di pasar internasional.
“Kolaborasi dengan asosiasi menjadi penting agar potensi komoditas perkebunan Indonesia, baik kelapa sawit, kelapa, maupun kakao, dapat semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” lanjutnya.
Aida menambahkan, keterlibatan asosiasi dalam booth BPDP juga membantu memperkenalkan potensi industri perkebunan nasional secara lebih menyeluruh. Informasi yang disampaikan mencakup pengembangan sektor hulu, peningkatan nilai tambah melalui industri hilir, hingga peluang investasi dan perdagangan di pasar global.
Baca juga : UMKM Binaan Peruri Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026
Salah satu agenda penting dalam TEI 2026 adalah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pengusaha asal Tiongkok dan sejumlah asosiasi industri Indonesia, yakni GAPKI, HIPKI, dan Askindo.
Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Kesepakatan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional.
TEI merupakan ajang promosi perdagangan internasional yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis dari berbagai negara. Partisipasi BPDP dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam mengembangkan industri perkebunan nasional.
Dalam pameran tersebut, BPDP juga meraih penghargaan sebagai booth terbaik ketiga. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya BPDP menyajikan informasi mengenai program dan kontribusinya dalam mendukung pengembangan industri perkebunan dari hulu hingga hilir.
Baca juga : Bahan Organik Di Sekitar Kebun, Peluang Menghemat Biaya Sawit
Melalui partisipasi dalam TEI 2026, BPDP berharap kolaborasi yang terbangun dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia, memperluas akses pasar, serta memberikan nilai tambah bagi industri dan manfaat ekonomi bagi para pekebun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya