Dark/Light Mode

Sasa Luruskan Mitos MSG: Aman dan Membantu Kurangi Garam

Rabu, 1 Juli 2026 20:22 WIB
Foto: Sasa.
Foto: Sasa.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sasa Inti meluruskan berbagai mitos yang selama puluhan tahun melekat pada Monosodium Glutamat (MSG).

Melalui kampanye #MSGYangBenar, Sasa menegaskan bahwa MSG aman dikonsumsi dan dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan garam serta gula tanpa mengorbankan cita rasa makanan.

Hal itu disampaikan Sasa dalam konferensi pers bertajuk #MSGYangBenar: “MSG, Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Sasa menegaskan bahwa berbagai anggapan negatif terhadap MSG tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Sebaliknya, tantangan kesehatan yang lebih perlu mendapat perhatian adalah konsumsi gula dan garam berlebih.

Baca juga : Afrika Selatan Vs Kanada, Beban Mental Bagi Tuan Rumah

Berdasarkan data dari U.S. Food and Drug Administration dan World Health Organization, kandungan natrium dalam MSG hanya sekitar 12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mencapai 40 persen.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa penggunaan MSG secara tepat dapat mengurangi kebutuhan garam hingga 30 persen sekaligus meningkatkan penerimaan rasa makanan secara keseluruhan.

MSG yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan alami seperti tebu dinilai dapat menjadi alternatif untuk membantu masyarakat menerapkan pola konsumsi rendah garam tanpa mengurangi kelezatan masakan.

Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata mengatakan, kampanye ini bertujuan mengubah persepsi masyarakat mengenai MSG berdasarkan fakta ilmiah.

"Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG sering kali keliru dan salah kaprah. Melalui kampanye ini, kami ingin mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan #MSGYangBenar," ujar Albert.

Baca juga : NasDem Gorontalo Usung Gerakan Bangun Desa, Gobel: Saatnya Kerja, Kurangi Bicara

Sebagai bagian dari edukasi, Sasa juga menghadirkan platform informasi yang memungkinkan masyarakat memverifikasi berbagai mitos dan fakta seputar MSG.

Dalam kegiatan tersebut, Sasa berkolaborasi dengan sejumlah pedagang nasi goreng legendaris di Surabaya.

Pengalaman mereka selama puluhan tahun menggunakan MSG menjadi salah satu contoh bahwa bahan penyedap tersebut dapat digunakan secara aman untuk menjaga konsistensi cita rasa.

Melalui kolaborasi itu, para pedagang disebut berhasil mengurangi penggunaan gula dan garam secara signifikan dengan tetap mempertahankan rasa gurih khas hidangan mereka.

Tak hanya menghadirkan diskusi, pengunjung juga dapat mencicipi langsung berbagai sajian yang dibuat menggunakan konsep #MSGYangBenar secara gratis di lokasi acara.

Baca juga : ESDM Alokasikan 82 Persen Anggaran 2027 Untuk Program Energi Rakyat

Kegiatan edukasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Reisa Broto Asmoro, ahli gizi Mochamad Rizal, Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy. Acara dipandu oleh Indra Herlambang.

Selain sesi diskusi, pengunjung diajak mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari instalasi edukasi #MSGYangBenar, demonstrasi memasak, hingga taste test untuk membuktikan bahwa penggunaan MSG secara tepat dapat mendukung pola makan yang lebih sehat tanpa mengurangi kelezatan makanan.

Melalui kampanye ini, Sasa berharap masyarakat semakin memahami fakta ilmiah mengenai MSG dan dapat menggunakan penyedap rasa secara bijak sebagai bagian dari pola konsumsi yang seimbang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.