Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Hemat Rp 17 Triliun Per Tahun
Pak Luhut Usul Bansos Disalurkan Lewat Digital
Selasa, 6 Mei 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
“Kita tidak bisa lagi menghindar. Penyaluran bansos harus melibatkan teknologi,” katanya.
Gus Ipul mengakui, literasi keuangan dan teknologi masih menjadi kendala di lapangan. Penyaluran melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos selama ini belum sepenuhnya efektif.
Menurutnya, tingkat literasi keuangan dan teknologi masyarakat belum merata. Sistem penyaluran bantuan melalui bank Himbara dan PT Pos belum sepenuhnya efektif.
Baca juga : Gerindra Optimis Indonesia Capai Kedaulatan Pangan
“Sekian persen tidak bisa diserap karena mereka tidak paham atau tidak mengambil. Maka sebagian dibagikan lewat PT Pos yang datang langsung ke rumah,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan, Pemerintah menegaskan bahwa digitalisasi penyaluran bansos tetap harus dijalankan.
“Sekian persen masyarakat tertinggal masih akan tetap kita bantu. Tapi intinya apa? Ya harus dimulai dari yang bisa dirancang,” tegasnya.
Baca juga : Puluhan Kader PSI Buleleng Fokus Ke Keluarga & Bisnis
Direktur Eksekutif DEN Tubagus Nugraha mengungkapkan, DPI akan mencakup tiga komponen utama yaitu identitas digital, sistem pembayaran digital, dan pertukaran data (data exchange).
Dengan fondasi ini, tata kelola bantuan sosial diharapkan menjadi lebih inklusif, efisien, dan transparan.
“Untuk data Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kita mulai dari data exchange,” jelasnya.
Baca juga : Lindungi Anak-anak Dari Predator Seksual
Tahap selanjutnya, identitas digital akan digunakan untuk verifikasi penerima bantuan. Terakhir, DPI akan mengatur sistem pembayaran agar penyaluran bansos lebih efisien. Menurutnya, adopsi DPI sangat relevan untuk memperbaiki tata kelola perlinsos.
Dia menambahkan, kolaborasi lintas kementerian serta penguatan infrastruktur digital akan mempercepat reformasi sistem bansos berbasis teknologi. Dengan begitu, bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih adil dan tepat sasaran. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 6 Mei 2025 dengan judul "Hemat Rp 17 Triliun Per Tahun Pak Luhut Usul Bansos Disalurkan Lewat Digital"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya