Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
Kemenkop Perkuat Koperasi Syariah WPMI Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas
Senin, 3 Agustus 2026 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan, komitmen pemerintah untuk memperkuat posisi koperasi syariah sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Secara khusus, Ferry memberikan dukungan penuh bagi para pelaku usaha perempuan yang tergabung dalam Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) untuk naik kelas melalui wadah koperasi.
Hal tersebut ditegaskan Ferry saat membuka acara Pelatihan Koperasi Syariah dan Bazar Koperasi 2026 yang digelar oleh DPP WPMI bersinergi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menjawab aspirasi pelaku usaha perempuan, Menkop memberikan kemudahan legalitas untuk pendirian koperasi syariah di lingkungan WPMI. Turut hadir pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kemenkop Henra Saragih, Ketua Umum WPMI Endang Yopie Yanty Casidi, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Baca juga : Sukseskan Program KDKMP, Kemenkop Komit Jaga Integritas & Anti Korupsi
Selain kemudahan administrasi, Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengatakan melalui berkoperasi, akses permodalan akan lebih luas.
"Tugas kita di MES sekarang lebih operasional. Jika anggota WPMI memiliki potensi usaha yang ingin dikembangkan menjadi industri besar, dapat didiskusikan bersama,” katanya.
Ferry menekankan bahwa penguatan koperasi syariah perempuan adalah langkah strategis untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) dan rentenir.
"Di sinilah peran koperasi syariah WPMI untuk masuk memberikan skema simpan pinjam yang amanah dan sesuai prinsip mudharabah," ujarnya.
Baca juga : Menkop Apresiasi Festival Bunga & Buah Kabupaten Karo Dorong Ekonomi Daerah
Kebijakan ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan garis ekonomi Indonesia ke Pasal 33 UUD 1945. Ia berharap WPMI dapat bersinergi dengan jaringan KDKMP tersebut.
Ketua Umum DPP WPMI, Endang Yopie Yanty Casidi, menyambut baik dukungan dari Menkop. Ia menegaskan bahwa WPMI bukan sekadar komunitas, melainkan penggerak ekonomi keluarga.
"Hari ini kita memulai gerakan nyata. Kami ingin pelaku usaha perempuan mandiri dan tidak berjalan sendiri. Kehadiran Koperasi Syariah WPMI adalah solusi kolektif agar UMKM muslimah bisa stabil dan berdaya saing global," kata Endang.
Ia juga berharap WPMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah sebagai kepanjangan tangan kementerian di daerah, terutama dalam membina generasi muda (Gen Z) agar melek koperasi.
Baca juga : Menkop: Koperasi Jadi Pilar Masa Depan Ekonomi Generasi Muda
Senada dengan hal itu, Ketua Pelaksana Acara, Susi Sikumbang melaporkan, bahwa pelatihan yang bertema 'Membangun Ekonomi Syariah Berkelanjutan melalui Koperasi Syariah' ini diikuti oleh pengurus dari tingkat pusat hingga daerah.
"Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan kader koperasi yang profesional, inovatif, dan akuntabel di era digital," ujar Susi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya