Dark/Light Mode

Amartha Prosper Hadirkan Investasi Dorong Pembiayaan UMKM Perempuan

Sabtu, 18 Juli 2026 08:05 WIB
Setiap investasi yang disalurkan melalui Amartha Prosper terhubung dengan pembiayaan usaha produktif UMKM perempuan disertai pendampingan dalam mengembangkan usaha berkelanjutan. (Foto: Dok. Amartha)
Setiap investasi yang disalurkan melalui Amartha Prosper terhubung dengan pembiayaan usaha produktif UMKM perempuan disertai pendampingan dalam mengembangkan usaha berkelanjutan. (Foto: Dok. Amartha)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kini semakin banyak masyarakat yang mempertimbangkan kesesuaian investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, hingga dampak yang dihasilkan bagi perekonomian.

Certified Financial Planner (CFP) Lolita Setyawati mengatakan, perubahan perilaku tersebut terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang lebih transparan dan terhubung dengan sektor riil.

"Investor sekarang tidak hanya melihat potensi imbal hasil, tetapi juga ingin mengetahui ke mana dana mereka disalurkan dan manfaat yang dihasilkan," ujar Lolita dalam keterangannya, Sabtu (17/7/2026).

Agar investasi tidak berujung merugikan, Lolita membagikan lima hal yang perlu diperhatikan calon investor.

Pertama, pastikan kondisi keuangan sudah sehat. Sebelum mulai berinvestasi, seseorang sebaiknya memiliki arus kas yang baik, cicilan yang terkendali, serta dana darurat.

Baca juga : ASDP Percepat Sterilisasi 6 Pelabuhan Dorong Layanan Penyeberangan Modern

Idealnya dana darurat mencapai enam kali pengeluaran bulanan, meski bisa dimulai dari dua hingga tiga kali pengeluaran.

Ia juga mengingatkan agar investasi dilakukan menggunakan "uang dingin", bukan dana darurat maupun uang hasil pinjaman.

Kedua, pahami tujuan investasi dan profil risiko. Menurut Lolita, setiap orang memiliki target finansial yang berbeda, mulai dari dana pendidikan, membeli rumah, hingga persiapan pensiun. Karena itu, memilih instrumen investasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan menanggung risiko.

"Jangan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau takut ketinggalan tren. Pahami dulu cara kerja produk dan risikonya," ujarnya.

Ketiga, pilih produk yang legal dan masuk akal. Investor perlu memastikan produk berada di bawah pengawasan otoritas serta memahami bagaimana dana dikelola dan dari mana potensi imbal hasil berasal.

Baca juga : Produk Lokal Kini Jadi Prioritas di E-Commerce, Perlindungan UMKM Diperkuat

Keempat, mulai dari nominal kecil tetapi konsisten. Menurut Lolita, kemudahan teknologi membuat investasi kini bisa dimulai dengan modal yang relatif terjangkau.

"Semakin cepat seseorang mulai berinvestasi, semakin besar peluang dana tersebut berkembang dalam jangka panjang," katanya.

Kelima, pertimbangkan nilai tambah dari investasi. Selain potensi keuntungan, sebagian investor kini mulai memperhatikan dampak ekonomi yang dihasilkan dari penempatan dana mereka, termasuk investasi yang mendukung pembiayaan produktif bagi UMKM.

Melihat tren tersebut, Amartha menghadirkan Amartha Prosper, platform investasi yang menghubungkan dana investor dengan pembiayaan produktif bagi UMKM perempuan di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia.

Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan, di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, masyarakat perlu semakin selektif memilih instrumen investasi.

Baca juga : bTaskee Hadirkan bInstant, Layanan Kebersihan Instan Mulai dari Rp 60.000

"Melalui Amartha Prosper, masyarakat dapat berinvestasi sekaligus mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM perempuan di perdesaan. Investor tidak hanya memperoleh potensi imbal hasil, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," katanya.

Julie menjelaskan, selama lebih dari 16 tahun Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM perempuan di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menambahkan, pada 2025 UMKM binaan Amartha turut menciptakan sekitar 90 ribu lapangan kerja baru, dengan 86 persen di antaranya diisi perempuan.

"Ketika modal mengalir ke UMKM, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," pungkas Julie. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.