Dark/Light Mode

Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Harus Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah

Jumat, 18 September 2026 11:45 WIB
Menkop Ferry Juliantono saat memberikan sambutan sekaligus membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis malam (17/9/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)
Menkop Ferry Juliantono saat memberikan sambutan sekaligus membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis malam (17/9/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan agar gerai-gerai di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus memprioritaskan barang-barang yang dijual merupakan hasil produk UMKM lokal di daerah masing-masing.

“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produknya UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP, kata Ferry saat memberikan sambutan sekaligus membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis malam (17/9/2026).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jateng yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, Walikota Magelang Damar Prasetyono, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaidi, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji.

Ferry menegaskan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menggerakkan tiga pilar ekonomi secara setara koperasi, BUMN, dan swasta. Koperasi kini dipulihkan kembali menjadi sokoguru atau arus utama perekonomian nasional.

“Kementerian Koperasi (Kemenkop) melaksanakan tiga langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan terhadap koperasi,” ucapnya.

Baca juga : Jangan Biarkan UMKM Dan Pemasok Lokal Jadi Penonton

Pertama, rebranding. Koperasi kurang diperhatikan dan tidak dikenal oleh generasi muda, milenial, maupun Gen Z.

“Kini koperasi mulai dipahami kembali, didukung langkah Provinsi Jawa Tengah yang memasukkan kembali mata pelajaran perkoperasian ke jenjang pendidikan dasar dan menengah,” ucapnya.

Kedua, digitalisasi. Transformasi dari sistem tradisional menjadi modern dipercepat agar koperasi mampu bersaing di era kekinian.

Ketiga, pembenahan tata kelola. Koperasi tidak lagi dinilai sekadar dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), melainkan dari kinerja usahanya.

Kemenkop mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, maupun keuangan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

Baca juga : KDKMP dan KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Lewat Ekosistem Usaha Terintegrasi

“Karena itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dibentuk menjadi koperasi agar dapat mengakses permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar secara lebih luas,” tegasnya.

Ferry juga meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda), Walikota hingga Bupati segera mengkurasi kelompok-kelompok usaha dan membentuk koperasi, sehingga produk lokal dapat naik kelas dan mendunia.

“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop dan memohon dukungan berupa pelatihan peningkatan kapasitas manajemen koperasi, penerapan teknologi, serta pendampingan usaha agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

“Hari ini menjadi kesempatan bagaimana koperasi dan UMKM sebagai ruang pertemuan antara produk dan pasar, pelaku usaha dan mitra, serta potensi daerah dengan jejaring ekonomi yang lebih luas,” katanya.

Baca juga : Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Kawasan pariwisata Borobudur tidak hanya milik satu daerah. Damar mengajak lima daerah penyangga meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung untuk bersama-sama memperkenalkan potensi terbaik.

Sementara itu, gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 melibatkan sebanyak 150 UMKM dengan target 40.000 pengunjung, dan nilai transaksi ditargetkan mencapai hingga Rp 2 miliar selama 4 hari penyelenggaraan pada tanggal 17–20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.