Dark/Light Mode

450 Polwan Dari 43 Negara Ngumpul Di Bali

Kapolri: Perempuan Punya Peran Memimpin Perubahan

Senin, 21 September 2026 07:00 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sambutan saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Minggu (20/9/2026). Foto: Dok. Polri
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sambutan saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Minggu (20/9/2026). Foto: Dok. Polri

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Badung, Bali, Minggu (20/9/2026). Dalam acara yang diikuti 450 peserta dari 43 negara ini, Kapolri menegaskan, perempuan memiliki peran untuk memimpin perubahan.

Kapolri hadir memberikan sambutan, sekaligus membuka konferensi secara resmi melalui seremoni pemukulan gong. Acara mengusung tema Women Leading Global Change.

Forum tersebut membahas berbagai isu strategis kepolisian dunia. Mulai dari kepemimpinan perempuan, perdagangan orang, kekerasan berbasis teknologi, kontra-terorisme, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, transformasi teknologi kepolisian hingga kejahatan transnasional terorganisasi.

Kapolri mengatakan, IAWP menjadi momentum penting bagi polwan dari berbagai negara untuk saling bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman. Forum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat, kapasitas, serta kompetensi polwan, termasuk dalam mendukung pengembangan karier.

“Kami berharap kemampuan dan kapasitas polwan Indonesia terus meningkat, mampu bersaing di tingkat internasional, serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan polisi wanita dari berbagai negara,” harapnya.

Eks Kapolda Banten ini menilai, peningkatan kapasitas tersebut penting agar polwan Indonesia semakin profesional. Juga mampu menunjukkan kompetensinya dalam lingkungan kepolisian internasional.

Dia juga menyebut pandangan itu sejalan dengan pesan Presiden IAWP mengenai pentingnya kesetaraan gender serta pengembangan peran dan karier polisi wanita.

Baca juga : 196 Ribu Agen Perlinsos Dikerahkan Ke Lapangan

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mendorong polwan Indonesia terus meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri untuk menduduki posisi-posisi strategis di tubuh Polri.

Bahkan, Kapolri membuka peluang bahwa suatu saat nanti pucuk pimpinan Polri dapat dijabat oleh seorang perempuan.

“Suatu hari nanti, Polri dapat dipimpin oleh seorang polisi wanita, sebagaimana telah ditunjukkan oleh negara-negara mitra kita. Termasuk Australia, Belanda, dan Barbados,” kata Kapolri dalam bahasa Inggris.

Kapolri menilai, polwan harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan mencapai jenjang kepemimpinan tertinggi.

“Perempuan bukan sekadar bagian dari perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin perubahan,” tegasnya.

Adapun, perjalanan polwan Indonesia telah dimulai sejak 1948. Saat ini, dari lebih dari 450 ribu personel Polri, sekitar 6,2 persen atau 29 ribu personel merupakan polwan. Meski demikian, Kapolri mengakui tantangan kesetaraan gender masih besar.

Dia mengutip Global Gender Gap Report 2025 yang menyebut dunia masih membutuhkan sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan gender sepenuhnya. Komitmen terhadap pengembangan polwan juga diwujudkan melalui pemberian HeForShe Award setiap tahun kepada polwan berprestasi.

Baca juga : Gerindra Perkuat Konsolidasi Kader Hadapi Pemilu 2029

Kapolri menerima HeForShe Award dari IAWP pada 2023.

Kapolri pun meminta seluruh polwan Indonesia tidak berhenti meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Teruslah berupaya mencapai yang terbaik, perkuat kemampuan kalian, dan persiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan,” pesannya.

Sementara itu, perkembangan teknologi telah membuat modus kejahatan semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara.

Menurut Kapolri, kejahatan transnasional bahkan semakin memanfaatkan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Karena itu, kerja sama dan pertukaran pengalaman antarpenegak hukum menjadi semakin penting. Konferensi IAWP diharapkan menjadi ruang bagi polisi perempuan dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik, membangun jejaring, serta memperkuat kolaborasi internasional.

“Bersama kita memberdayakan perempuan. Bersama, kita memperkuat kepolisian. Bersama, kita menjaga perdamaian dan bersama, kita memimpin perubahan global,” ujarnya.

Baca juga : Rapat Perdana Kepengurusan Baru, Demokrat Aceh Ajak Kader Aktif Berbenah

Untuk diketahui, bagi Indonesia, penyelenggaraan konferensi IAWP 2026 menjadi kali kedua dipercaya sebagai tuan rumah. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-58 IAWP di Labuan Bajo pada 2021 dengan tema ‘Women at the Centerstage of Policing’.

Dari total peserta, sebanyak 164 merupakan perwakilan Indonesia. Sementara delegasi internasional antara lain berasal dari Tanzania sebanyak 48 peserta, Kanada 36 peserta, Amerika Serikat 19 peserta, Inggris 18 peserta, Australia 16 peserta, dan Korea Selatan 14 peserta. Selebihnya berasal dari puluhan negara lainnya.

Sejumlah tokoh kepolisian internasional juga turut hadir, di antaranya Presiden IAWP Julia Jaeger, Commissioner of the Australian Federal Police Krissy Barrett, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina Kateryna Pavlichenko. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 21 September 2026 dengan judul "450 Polwan Dari 43 Negara Ngumpul Di Bali Kapolri: Perempuan Punya Peran Memimpin Perubahan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.