Dark/Light Mode

Gus Irfan: Biaya Haji 2027 Insya Allah Naik, Harga Avtur Sudah Luar Biasa

Senin, 28 September 2026 15:44 WIB
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: Khoirul Umam/RM.id)
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: Khoirul Umam/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan memperkirakan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 akan mengalami kenaikan. Seiring naiknya harga avtur yang merupakan bahan bakar pesawat terbang.

"Kalau biaya penyelenggaraan, biaya totalnya, insyaallah pasti naik. Karena dari segi avtur, kenaikannya sudah luar biasa. Makanya, kita akan meminta arahan Presiden agar tidak terlalu memberatkan jamaah," kata Gus Irfan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Gus Irfan mengaku telah berdiskusi intensif dengan Panitia Kerja (Panja) DPR untuk membahas biaya haji 2027, selama kurang lebih satu bulan. Namun, hingga kini, besaran biaya haji yang akan diusulkan masih dalam tahap penghitungan.

Baca juga : Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah”

"Nanti kami sampaikan. Kami sedang diskusi angkanya dengan DPR," ujar Gus Irfan.

Dalam pertemuannya dengan Presiden pada Senin sore, Gus Irfan tak hanya membahas biaya haji 2027. Ia juga akan membicarakan revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji yang saat ini tengah diproses di DPR.

BPIH Pernah Turun

Sejak awal, Presiden Prabowo menyampaikan arahan agar pemerintah dapat menurunkan biaya haji. Harapan itu terwujud di tahun 2025 dan 2026.

Baca juga : Hari Khidmat Haji dan Umrah, Menhaj: Melayani Jemaah Adalah Amanah

Tahun 2025, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) turun sekitar Rp 4 juta, dari Rp 93,41 juta pada 2024 menjadi Rp 89,41 juta.

Tahun 2026, BPIH kembali turun sekitar Rp 2 juta menjadi Rp 87,40 juta.

Menanggapi penurunan tersebut, Gus Irfan mengatakan kondisi saat ini berbeda.

Baca juga : Menhaj Dorong Penguatan Kerja Sama RI-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam

"Itu turun karena kemarin belum ada situasi geopolitik Timur Tengah yang luar biasa," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.