Dark/Light Mode

Jadi Kepala Bakom, Syahganda Siapkan Strategi Komunikasi Berbasis AI

Jumat, 2 Oktober 2026 18:59 WIB
Foto: YouTube Setpres
Foto: YouTube Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat penyampaian pemikiran dan program Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat secara luas.

"Komunikasi pemerintah itu tidak hanya berkaitan dengan penyampaian program, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat memahami pemikiran Presiden Prabowo yang menjadi landasan dari berbagai kebijakan pemerintah," kata Syahganda usai dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut dia, salah satu tantangan dalam komunikasi pemerintah adalah menyampaikan pemikiran Presiden kepada masyarakat agar dapat dipahami secara utuh.

"Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?" ujarnya.

Baca juga : Syahganda Nainggolan Dilantik Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari

Syahganda mengatakan pemikiran Presiden Prabowo merupakan pemikiran yang konstitusional sehingga penting untuk diketahui masyarakat secara luas.

"Pikiran-pikiran beliau itu adalah pikiran-pikiran konstitusional. Dan itu penting sampai rakyat tahu semua," katanya.

Karena itu, ia akan melanjutkan program komunikasi pemerintah yang telah berjalan dengan tetap memperhatikan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Syahganda mengatakan, perkembangan algoritma dan AI menjadi salah satu hal yang akan menjadi perhatian Bakom RI dalam menjalankan strategi komunikasi pemerintah ke depan.

Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut sekaligus menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan pemerintah di era digital.

Baca juga : Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

"Yang kedua, kita akan mempelajari soal algoritma. Karena tantangan terbesar pada komunikasi itu adalah soal algoritma, soal AI, dan lain-lain," ujarnya.

Untuk itu, Bakom RI membuka kemungkinan membentuk kelompok atau tim khusus yang mempelajari perkembangan algoritma dan dampaknya terhadap komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

"Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok atau tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat," kata Syahganda.

Ia menilai perkembangan teknologi digital dan AI perlu dipahami sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya distorsi terhadap pesan yang disampaikan Presiden.

"Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu," ujarnya.

Baca juga : Rocky Gerung Tiba di Istana Negara: Gue Ada Acara Radical Break

Ke depan, Syahganda bersama Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah yang telah berjalan dengan perkembangan teknologi.

"Dengan kehadiran saya dan Pak Fadli yang ada, ya kita tentu akan mengombinasikan dengan teknologi yang berkembang sekarang ini," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.