Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Resmi Beroperasi, KDKMP Sorowako Bangun Kemandirian Ekonomi Warga
Sabtu, 10 Oktober 2026 19:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Sorowako, Luwu Timur telah resmi beroperasional menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola dan Operasionalisasi KDKMP.
“Gerai-gerai koperasi telah mulai melayani masyarakat dengan menyalurkan barang bersubsidi, sekaligus produk unggulan usaha mikro dan kecil setempat,” kata Ferry dalam kunjungan kegiatan pangan murah di KDMP Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (10/10/2026).
Hadir dalam kesempatan yang sama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, dan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta dan Bupati se-Sulsel.
Dalam kunjungan tersebut, Ferry menyampaikan bahwa KDKMP Sorowako telah menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penjualan barang barang bersubsidi, berupa LPG 3 kilogram (kg), pupuk, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), dan minyak goreng. Selain itu, rak-rak gerai juga diisi produk unggulan UMKM lokal.
"Dari penyaluran beras dan minyak goreng yang dipasok langsung dari Bulog, pendapatan yang telah diperoleh mencapai sekitar Rp1 miliar. Angka ini belum mencakup pendapatan dari barang lainnya," kata Ferry.
Baca juga : Wamenkop Ajak KNPI Menjadi Penggerak KDKMP
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti awal kehadiran KDKMP mulai memberi dampak nyata. Meski bertahap, operasional diyakini akan semakin kokoh dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Menyusul pencapaian awal tersebut, Menkop telah meminta Gubernur dan Bupati setempat untuk melengkapi koperasi dengan peralatan pengolahan pasca-panen.
Hal ini guna mengangkat nilai jual komoditas unggulan daerah seperti lada, vanili, dan hasil pertanian lainnya.
Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok, koperasi ini juga memiliki keunikan karena berada tepat di depan Danau Matano.
Pemandangan yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha koperasi.
Baca juga : Kopdes Pangkas Distribusi & Dongkrak Ekonomi Desa
"Bangunan dan lokasi koperasi adalah milik desa. Potensi yang ada sangat besar. Peralatan pasca-panen akan memastikan hasil bumi tidak hanya dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah yang menguntungkan masyarakat," ujarnya.
Saat ini tercatat 500 warga desa telah terdaftar sebagai anggota KDKMP dari total sekitar 4.000 jiwa. Target ke depannya adalah melibatkan seluruh warga desa secara bertahap.
Ferry menekankan, model bisnis dan kelayakan usaha terus disempurnakan agar koperasi benar-benar menghasilkan keuntungan yang adil bagi anggotanya.
"Proses operasionalisasi memerlukan kematangan model bisnis. Kami memohon doa dan dukungan agar KDKMP dapat berjalan berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," ucap Ferry.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut, KDKMP di Sorowako telah berjalan bertahap dan mulai menampakkan arah yang diharapkan masyarakat. Barang-barang bersubsidi juga sudah tersalurkan dan transaksi berlangsung.
Baca juga : Kemenkop: 85 Persen Manajer KDKMP Isi Surat Kesediaan Awal Oktober Siap Bertugas
“Lebih dari itu, 70 persen barang yang tersedia di gerai koperasi merupakan produk hasil masyarakat lokal. Kondisi ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga sekitar, sekaligus menggerakkan perekonomian desa,” kata Andi.
Andi mengatakan, dengan terbitnya Perpres terkait tata kelola KDKMP, pihaknya berharap penyaluran barang bersubsidi semakin kokoh dan masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih luas ke depannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya