Dark/Light Mode

Buka Seminar KDKMP Maluku Utara, Zulhas: Kopdes Harus Majukan Ekonomi Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 18:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (kiri) memberikan keterangan kepada awak media usai membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ternate, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026). Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (kiri) memberikan keterangan kepada awak media usai membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ternate, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026). Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) harus menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Di Maluku Utara, koperasi didorong memaksimalkan potensi sektor perikanan dan perkebunan agar komoditas unggulan daerah memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Hal itu disampaikan Zulhas saat membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ternate, Maluku Utara, Rabu (5/8/2026). Seminar tersebut merupakan yang ketiga setelah Jakarta dan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari percepatan implementasi KDKMP sesuai karakteristik ekonomi masing-masing daerah.

"Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perkebunan. Jangan hanya menjual bahan mentah. Koperasi harus menjadi penggerak hilirisasi agar hasil laut dan perkebunan diolah, dipasarkan, dan memberikan nilai tambah yang dinikmati masyarakat desa," kata Zulhas.

Baca juga : Nobar Piala Dunia 2026 Genjot Ekonomi Daerah

Menurut dia, komoditas seperti tuna, cakalang, kelapa, pala, dan cengkeh memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui koperasi. Dengan hilirisasi, hasil produksi tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Zulhas menjelaskan, Kopdes Merah Putih diharapkan berperan sebagai off-taker sekaligus penghubung petani, pekebun, nelayan, industri, dan pasar. Peran tersebut dinilai penting untuk memperpendek rantai distribusi, memperkuat rantai pasok, serta menciptakan sistem pemasaran yang lebih efisien.

"Koperasi harus menjadi motor ekonomi desa yang mampu menghubungkan potensi lokal dengan pasar sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Baca juga : MBG-Kopdes Perluas Serapan Pangan Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat ekonomi pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hingga saat ini telah dibangun enam KNMP, sedangkan 12 lokasi lainnya telah dinyatakan siap dibangun setelah melalui proses verifikasi.

Sherly berharap sinergi antara Kopdes Merah Putih dan KNMP mampu mempercepat hilirisasi sektor perikanan dan perkebunan sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat pesisir.

Secara nasional, pembentukan Kopdes Merah Putih juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga 2 Agustus 2026, sebanyak 83.382 koperasi telah berbadan hukum. Sebanyak 79.708 koperasi telah memiliki akun Simkopdes dan 60.801 koperasi telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Baca juga : Wamen Fajar: MPLS Ramah Harus Menumbuhkan Mimpi Anak

Pemerintah menargetkan sinergi Kopdes Merah Putih dan KNMP mampu memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.