Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Mendikdasmen: Pendidikan Kunci Bangun Bangsa dan Siapkan Generasi Emas
Rabu, 14 Oktober 2026 21:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pendidikan berkualitas menjadi fondasi pembangunan bangsa sekaligus kunci menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, upaya mewujudkan pendidikan yang baik membutuhkan kolaborasi pemerintah, guru, keluarga, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference bertema “Organising for Power” di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
“Untuk membangun bangsa yang baik, kita harus memiliki pendidikan yang baik. Jika ingin melahirkan generasi yang baik, kita juga harus memiliki pendidikan yang baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah sebuah kekuatan,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menyampaikan, pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercermin dalam Asta Cita keempat yang menekankan pembangunan sumber daya manusia dan penguatan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia.
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan kerja bersama pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Baca juga : Raih TOP GPR Award 2026, Mendikdasmen Perkuat Komunikasi Publik Digital
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan keterlibatan aktif murid dalam proses belajar.
Pendekatan ini juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya yang perlu dihargai, sekaligus menegaskan pentingnya menghormati guru dan masyarakat dalam ekosistem pendidikan.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Gerakan tersebut mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Pendidikan juga perlu dibangun melalui pendekatan humanis dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sebagai Catur Pusat Pendidikan.
Abdul Mu’ti menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menjadi pembelajar yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab.
Baca juga : Ubaid Matraji: Perlu Ditinjau Ulang, Karena Mencederai Keadilan Siswa
“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” tegasnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, di tengah perubahan dunia yang terus berlangsung, kolaborasi semakin penting untuk memastikan guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata.
Setiap anak, apa pun latar belakangnya, berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.
“Kami akan terus berinvestasi di bidang pendidikan untuk memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan mereka,” ujar Pramono.
Ia menambahkan, transformasi Jakarta menjadi kota global membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi guru, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Perlu Didiskusikan Oleh Semua Pihak
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi berharap konferensi tersebut menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama demi masa depan pendidikan serta profesi guru.
Ia menegaskan komitmen PGRI untuk terus memperjuangkan martabat profesi, kesejahteraan, standar dan profesionalisme, serta perlindungan hak-hak guru.
Dukungan terhadap guru, penguatan profesionalisme, dan pemenuhan kesejahteraan mereka merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak, masyarakat, dan bangsa.
Dengan kolaborasi yang kuat serta pendidikan berkualitas, guru diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya