Dark/Light Mode

Malam Hari, Menhut Raja Juli Cek Karhutla di Sampit

Sabtu, 17 Oktober 2026 20:31 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai tiga hari memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni langsung bergerak ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Pada Sabtu (17/10/2026) malam, ia meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal dan api benar-benar padam.

Raja Juli tiba di lokasi kebakaran di Jalan Ir. Soekarno, Baamang Tengah, Kotim, sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam peninjauan tersebut, Menhut melihat kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memantau proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan. Karhutla di wilayah tersebut terjadi di lahan gambut.

Baca juga : Ikhtiar Atasi Karhutla Berjalan, Ulama Ajak Masyarakat Berdoa Dan Salat Istisqa

Kondisi ini membuat penanganan membutuhkan perhatian khusus karena api berpotensi kembali muncul dari titik-titik yang sebelumnya telah dipadamkan.

Sejumlah unsur terlibat dalam upaya pemadaman, mulai dari petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan.

Menhut Raja Juli meminta seluruh petugas memastikan api benar-benar padam setelah proses pemadaman.

Pemantauan secara berkelanjutan juga harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di lahan yang telah terbakar.

Baca juga : WALHI Dorong Penanganan Karhutla Terpadu, Semua Instansi Punya Peran

Dalam peninjauan tersebut, hadir Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Dandim 1015 Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, serta Asisten II Hawianan.

Turut hadir Kalaksa BPBD Kotim Imam Subekti, Ketua Harian Tim Penanganan Karhutla Rihel, Kadinsos Waren, Kadis PU Mintana Dhinar, dan Kadis DLH Gusti Mukaffi.

Usai meninjau lokasi, Menhut menggelar rapat koordinasi di sekitar area kebakaran. Ia menegaskan pemerintah akan memaksimalkan upaya pemadaman melalui jalur udara dan darat.

"Kemarin Pak Presiden sudah menurunkan Banpres untuk Kotim, Rp 15 miliar. Mohon itu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau masih kurang, tentu kami juga bisa support lagi secara parsial sesuai dengan yang kita butuhkan,” ujar Raja Juli.

Baca juga : 64 Ribu Balita Kena ISPA, Karhutla Renggut 4 Nyawa

Ia menambahkan, pemadaman melalui udara akan dioptimalkan dengan water bombing, dry ice, dan operasi modifikasi cuaca.

Sementara itu, pengerahan pasukan darat tetap menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Sampit.

“Udara kita maksimalkan dengan water bombing, dry ice, dan operasi modifikasi cuaca, dan juga pasukan darat karena ini sangat penting sekali,” sambungnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.