Dark/Light Mode

OMC Dry Ice di Sumsel, Kualitas Udara Membaik dan Jarak Pandang Meningkat

Sabtu, 17 Oktober 2026 22:18 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai dry ice mulai menunjukkan hasil dalam membantu mengurangi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Berdasarkan data sementara BMKG, konsentrasi PM2.5 turun dari kategori berbahaya menjadi sangat tidak sehat, sementara jarak pandang meningkat hampir sepuluh kali lipat.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama BMKG dan TNI menggelar OMC pada 16–25 Oktober 2026 untuk membantu mengurangi konsentrasi asap akibat karhutla.

Operasi ini menggunakan bahan semai dry ice dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer di lapangan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Thomas Nifinluri mengatakan, berdasarkan data sementara BMKG, konsentrasi PM2.5 yang pada pagi hari mencapai 660 atau masuk kategori berbahaya turun menjadi 208 atau kategori sangat tidak sehat pada sore hari setelah sorti penerbangan kedua.

Baca juga : DPD Hanura Kalsel Bantu Penanganan Karhutla Dan Salurkan Air Bersih

Pada periode yang sama, jarak pandang meningkat dari 300 meter pada pukul 09.00 WIB menjadi 2.800 meter pada sore hari.

“Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, dilaksanakan modifikasi cuaca untuk penanganan asap akibat karhutla. Pendekatan secara khusus menggunakan bahan semai dry ice ditujukan untuk menipiskan asap karhutla, dengan memengaruhi kondisi suhu atmosfer dan membantu mengganggu kestabilan lapisan inversi, sehingga pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan berpotensi berkurang,” ujar Thomas, Sabtu (17/10/2026).

Thomas menjelaskan, penyemaian dry ice merupakan metode yang digunakan untuk membantu mengurai asap yang terperangkap di lapisan bawah atmosfer.

Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) apabila kondisi atmosfer mulai mendukung pertumbuhan awan hujan.

Pada hari pertama pelaksanaan, OMC dilakukan melalui satu sorti penerbangan dengan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai dry ice di sekitar wilayah Palembang.

Baca juga : Malam Hari, Menhut Raja Juli Cek Karhutla di Sampit

Pada hari berikutnya, penerbangan direncanakan sebanyak dua sorti atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan atmosfer. Operasi akan terus menyesuaikan perkembangan kondisi atmosfer.

Jika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, penyemaian dry ice dapat dikombinasikan dengan bahan semai garam untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Thomas menambahkan, pelaksanaan OMC tersebut menggunakan anggaran APBN Kementerian Kehutanan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan, penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan relawan.

“Upaya penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui pemadaman di lokasi kebakaran, tetapi juga dengan langkah-langkah untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,” kata Dwi.

Baca juga : Ikhtiar Atasi Karhutla Berjalan, Ulama Ajak Masyarakat Berdoa Dan Salat Istisqa

Menurut dia, pelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap menjadi salah satu upaya pendukung untuk membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak.

“Pelaksanaan OMC dengan pendekatan penipisan asap ini menjadi salah satu upaya pendukung yang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.