Dark/Light Mode

MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja & Kurangi Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 28 Oktober 2026 07:30 WIB
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. Kemenko PM)
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. Kemenko PM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain meningkatkan gizi anak Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) punya dampak ke sektor ekonomi. Setelah 1 tahun 9 bulan beroperasi, MBG telah menyerap 1,3 juta tenaga kerja dan mampu mengurangi kemiskinan ekstrem di tanah air.

Data itu diungkap Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Menurut Cak Imin, sebanyak 1,3 juta warga miskin kini bekerja melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Penyerapan tenaga kerja tersebut berlangsung dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kata Cak Imin, capaian ini menjadi contoh bagaimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar membiayai program kementerian dan lembaga.

“BGN ini mengubah cara kerja APBN agar mempercepat penyerapan tenaga kerja. Alhamdulillah 1,3 juta warga miskin langsung bekerja di BGN. Ini terserap dalam waktu sangat cepat,” kata Cak Imin dalam acara penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Baca juga : Indeks Anjlok Lagi, Rupiah Masih Lemah

Tak hanya membuka lapangan kerja, MBG juga menciptakan peluang usaha melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan. Cak Imin menyebut, program tersebut telah melahirkan 154 ribu pengusaha baru.

“BGN telah membangun ekosistem ekonomi dalam waktu yang sangat cepat. 154 ribu pengusaha baru lahir,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Cak Imin menegaskan, belanja negara semestinya memberikan dampak langsung terhadap kemandirian ekonomi masyarakat. Setiap rupiah yang dikeluarkan pemerintah harus mampu mendorong investasi, menciptakan pengusaha baru, dan membangun ekosistem ekonomi.

“APBN dikeluarkan serupiah pun harus memiliki aspek pemberdayaan. Ini artinya investasi, pengusaha baru, dan ekosistem ekonomi terbangun dalam waktu yang sangat cepat,” tuturnya.

Baca juga : Sestama BNPB Ngaku Serahkan Dokumen

Selain mengungkapkan dampak MBG terhadap penyerapan tenaga kerja, Cak Imin memaparkan perkembangan penanganan kemiskinan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyebut, tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen. Sementara itu, sebanyak 1,1 juta penduduk disebut telah keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.

“Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem bisa mencapai nol pada akhir 2026,” harapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 tercatat 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk. Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin berkurang 430 ribu orang. Sementara dibandingkan Maret 2025, penurunannya mencapai 920 ribu orang.

Baca juga : Muhammad Rifqinizamy Karsayuda: Sebaiknya Setelah UU Pemilu Disahkan

Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik Nomor 80/08/Th. XXIX tentang Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2026, yang diterbitkan pada Rabu (5/8/2026). Data itu bersumber dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026.

Di sisi lain, BGN mencatat program MBG telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Data tersebut disampaikan BGN dalam laporan pada Jumat (22/5/2026). [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.