Dark/Light Mode

Dari Ruang Kelas Ke Dunia Kerja

Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Anak-anak

Jumat, 30 Oktober 2026 06:55 WIB
Dari Ruang Kelas Ke Dunia Kerja Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Anak-anak

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekolah Rakyat tak sekadar membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Memasuki satu tahun penyelenggaraannya, program Kementerian Sosial (Kemensos) ini juga diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan kerja agar mampu mandiri secara ekonomi setelah lulus sekolah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, sebanyak 44 ribu anak telah mengikuti pembelajaran di 182 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi. Program itu menjadi upaya Pemerintah memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan sosial.

“44 ribu anak sudah berada di kelas di Sekolah Rakyat, dan yang 1.000 lebih sedang mengikuti proses rehabilitasi di sentra-sentra Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian merupakan anak putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan formal, hingga anak-anak yang terpaksa bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga memberikan pendampingan sebelum anak-anak mengikuti pembelajaran. Pendekatan ini diperlukan agar siswa dapat mengejar ketertinggalan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan pendidikan.

“Semua ini adalah anak-anak bangsa yang menurut Bapak Presiden harus mendapatkan akses untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas,” ujar Gus Ipul.

Dalam proses penjangkauan, Kemensos menemukan anak berusia 17 tahun hingga 18 tahun yang belum pernah bersekolah. Ada pula siswa jenjang SMP dan SMA yang masih membutuhkan pendampingan untuk belajar membaca.

Baca juga : Gerindra Ajak Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah mengintegrasikan pendidikan dengan rehabilitasi sosial.

Gus Ipul menjelaskan, rehabilitasi dilakukan untuk membantu calon siswa mempersiapkan diri sebelum masuk ke lingkungan pendidikan. Pendampingan mencakup kondisi kesehatan, kesiapan belajar, kebutuhan emosional, pemetaan bakat, hingga matrikulasi untuk mengejar ketertinggalan.

“Data-data yang kami miliki memang anak-anak ini memerlukan, di samping edukasi juga rehabilitasi,” jelasnya.

Setelah mendapatkan pendampingan, perkembangan siswa mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya menghadapi persoalan kesehatan dan kurang memiliki semangat belajar menunjukkan perubahan, baik dari sisi kebugaran maupun kepercayaan diri.

Orang tua mereka juga semakin bersemangat mendukung pendidikan anak-anaknya.

Perkembangan itu terlihat dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat bertajuk “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita” di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Para siswa tampil membawakan beragam pertunjukan, mulai dari Tari Saman, tari kreasi Spirit of Cenderawasih, Tari Komodo, pembacaan puisi, atraksi bela diri, drum band, hingga pertunjukan kolosal.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu terharu melihat perubahan yang dialami para siswa setelah mendapatkan kesempatan belajar dan pendampingan. Selain menunjukkan perkembangan dalam keseharian, siswa Sekolah Rakyat juga telah meraih penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga : Pertemuan 4 Pimpinan Parpol Sepakat Dukung Pembangunan

Namun, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pembelajaran akademik. Kemensos juga memperkuat pendidikan vokasi agar siswa memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja, memperoleh penghasilan, dan membantu perekonomian keluarga.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan, keterampilan kerja menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian siswa. Karena itu, Kemensos menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan yang sesuai dengan minat dan potensi peserta didik.

“(Apakah) dia mau melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, silakan, karena dia sudah bisa mandiri. Atau dia mau mengembangkan pekerjaannya, silakan,” kata Agus Jabo.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan vokasional dan kemandirian yang diikuti 35 siswa dari berbagai Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Bekerja sama dengan Collins Hair Studio, Kemensos menyelenggarakan pelatihan selama satu minggu sejak Senin (26/10/2026), dengan materi pangkas rambut, penataan rambut, dan tata rias atau makeup artist.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 15 dan 20 siswa. Sebelum mengikuti pelatihan, calon peserta juga menjalani psikotes untuk membantu proses pemetaan kesiapan dan potensi mereka.

Agus Jabo menegaskan, pelatihan keterampilan tersebut akan dikembangkan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan menengah, tetapi juga memiliki kemampuan praktis untuk bekerja setelah lulus.

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) ini menjelaskan, pendidikan di Sekolah Rakyat mencakup tiga proses utama, yakni rehabilitasi, edukasi, dan vokasi.

Baca juga : Panas Bumi Kamojang Nyalakan Ekonomi Desa

Ketiganya diarahkan untuk membentuk siswa yang memiliki karakter, pengetahuan, serta keterampilan sebagai bekal menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar lulusan Sekolah Rakyat dapat bekerja terlebih dahulu sehingga mampu membantu orang tua dan membangun kemandirian ekonomi. Meski demikian, kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tetap terbuka bagi siswa yang ingin mengembangkan kemampuan akademiknya.

Pengembangan keterampilan juga akan disesuaikan dengan potensi siswa dan karakteristik daerah masing-masing. Pelatihan tidak hanya terbatas pada pangkas rambut dan tata rias, tetapi berpeluang mencakup bidang pertanian, kelautan dan pelayaran, teknologi, hingga perbengkelan.

Kemensos juga menghubungkan pendidikan anak dengan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Pendekatan ini dilakukan agar peningkatan kualitas pendidikan tidak terpisah dari upaya memperbaiki kondisi kehidupan rumah tangga siswa.

Data Kemensos mencatat, sebanyak 10.140 rumah orang tua siswa telah diperbaiki. Selain itu, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha. Sedangkan 9.021 orang tua memperoleh layanan rehabilitasi sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 30 Oktober 2026 dengan judul "Dari Ruang Kelas Ke Dunia Kerja Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Anak-anak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.