Dark/Light Mode

Jakarta Kembali Kinclong Usai Aksi Demo 28 Oktober

Alhamdulillah, Tak Ada Fasilitas Publik Rusak

Jumat, 30 Oktober 2026 06:25 WIB
Unjuk rasa mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)
Unjuk rasa mahasiswa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/wsj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi kiprah petugas keamanan dan aksi peserta demonstrasi dalam menjaga ketertiban aksi unjuk rasa pada 28 Oktober. Fasilitas publik terjaga dengan baik sehingga masyarakat dapat kembali mengaksesnya dengan normal.

Mahasiswa dan kelompok masyarakat menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

“Kondisi itu (tidak ada kerusakan) berdasarkan laporan sampai tadi malam,” kata Pram usai meninjau Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

Pram menambahkan, petugas kebersihan DKI yang dikenal sebagai pasukan oranye, langsung melakukan pembersihan di sejumlah lokasi, setelah demonstrasi selesai.

“Sampai pukul 1 pagi, pasukan oranye yang dikoordinasikan Wali Kota Jakarta Pusat, melakukan pembersihan di tempat-tempat yang terjadi unjuk rasa. Alhamdulillah, pukul 2 pagi, semua fasilitas di Jakarta sudah bersih,” jelasnya.

Baca juga : Drama Liverpool Singkirkan Chelsea

Pram juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. “Terima kasih kepada TNI, Polri serta para demonstran yang tetap menjaga fasilitas publik,” tuturnya.

Pram mengingatkan, fasilitas publik merupakan milik bersama yang keberadaannya penting bagi masyarakat. Seluruh warga, diharapkan Pram, ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut.

“Saya bersyukur, demonstrasi berjalan dengan baik,” tutur mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sehari sebelumnya, Pram memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung seperti biasa, saat demonstrasi berlangsung, Rabu (28/10/2026).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada hari itu. “Masuk seperti biasa, karena saya berharap, ekspresi demokrasi berlangsung baik-baik saja,” katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Baca juga : Djokovic Main Sabar Demi Tiket Ke Turin

Pram menegaskan, Jakarta milik bersama, sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan kenyamanannya. “Bahwa ada demonstrasi, itu hak dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Pram juga berharap, demonstrasi dan aktivitas masyarakat sehari-hari, bisa berjalan beriringan. Bukan 28 Oktober 2026 saja. Tapi, dalam setiap unjuk rasa.

“Saya sungguh berharap, demo hari ini (Rabu lalu-red) atau selanjutnya, bisa berlangsung baik, tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan publik,” imbuhnya.

Harapan itu juga disampaikan Pram pada Selasa (27/10/2026), sehari menjelang unjuk rasa di Jakarta. “Jangan melakukan anarki,” pesannya.

Ia mengingatkan, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kepentingan masyarakat luas.

Baca juga : Rakyat Palestina Skeptis Kehidupan Makin Buruk

Kerusakan fasilitas publik dan gangguan terhadap ketertiban umum, berpotensi berdampak pada aktivitas warga lainnya.

“Saya berharap betul, Kepolisian dibantu TNI dan kita semua, menjaga agar demonstrasi berlangsung happy, nyaman,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Pram sehari sebelum demonstrasi di kawasan Bundaran HI. “Semoga demonstrasi berjalan damai, sehingga peserta dapat menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” tuturnya. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.