Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dua Tahun Sektor Transportasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pemerintah Kucurkan Stimulus Transpotasi, Harga Tiket Makin Terjangkau
Jumat, 30 Oktober 2026 09:30 WIB
Tulisan ke-3 dari 4 bagian
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menggelontorkan paket stimulus ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada beberapa momen hari besar, seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal dan Tahun Baru, serta libur sekolah.
Diskon tarif diberikan untuk seluruh moda transportasi, mulai dari pesawat udara, kapal laut, kereta api, hingga program mudik gratis menggunakan bus.
"Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah meluncurkan program stimulus ekonomi berupa diskon tarif untuk semua moda transportasi pada sejumlah hari besar. Stimulus ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus memastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik selama melakukan perjalanan," ujar Menhub Dudy di Jakarta.
Di sektor perkeretaapian, diskon tarif diberikan sebesar 30 persen pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) dengan kuota 1.509.080 tempat duduk.
Diskon tersebut berlaku untuk seluruh kereta api ekonomi non penugasan (Non PSO/Non Perintis), dengan jumlah armada yang melayani, yakni 156 kereta api reguler dan 26 kereta api tambahan.
Baca juga : Kemenhub Perkuat Standar Keselamatan dan Perketat Pengawasan Transportasi
Total tiket yang berhasil terjual sebanyak 1.700.151 tiket atau 113 persen dari kuota stimulus.
Pada periode Idul Fitri 2026, jumlah tiket yang terjual sebanyak 1.295.069 tiket atau 100,78 persen dari kuota stimulus. Program ini dilayani oleh 156 kereta api reguler dan 32 kereta api tambahan.
Adapun pada periode libur sekolah tahun 2026, jumlah tiket yang terjual sebanyak 1.303.191 tiket atau 110,95 persen dari kuota stimulus. Program ini dilayani 150 kereta api reguler dan 26 kereta api tambahan.
Di sektor transportasi laut, diskon tarif transportasi telah melayani sebanyak 2.344.015 penumpang selama periode 2025-2026.
Rinciannya: periode libur sekolah 2025 (5 Juni-31 Juli 2025) melayani 792.992 penumpang, periode Nataru 2025/2026 (17 Desember 2025-10 Januari 2026) melayani 405.751 penumpang, periode angkutan Lebaran 2026 (11 Maret 2026-5 April 2026) melayani 468.966 penumpang, dan periode libur sekolah 2026 (20 Juni 2026-15 Agustus 2026) melayani 676.306 penumpang.
Program ini dilayani oleh 25 kapal PT Pelni dengan jumlah trayek sebanyak 25 rute di 74 pelabuhan.
Baca juga : DPR: Utamakan Keselamatan, Jangan Paksakan Perjalanan
Di sektor transportasi udara, diskon tarif dimulai pada periode Nataru 2024/2025 dengan penurunan harga tiket rata-rata sebesar 10 persen dan realisasi penumpang mencapai 3.020.127 orang.
Pada periode Nataru 2025/2026, penurunan harga tiket rata-rata sebesar 13-14 persen, dengan realisasi jumlah penumpang sebanyak 3.751.958 orang.
Pada periode angkutan Lebaran 2025, penurunan harga tiket rata-rata sebesar 13-14 persen dengan realisasi jumlah penumpang sebanyak 3.149.024 orang.
Penumpang berjalan di peron stasiun untuk menaiki kereta api. Pemerintah memberikan diskon tiket guna meringankan biaya perjalanan masyarakat.
Sementara pada periode angkutan lebaran 2026, penurunan harga tiket rata-rata sebesar 17-18 persen dengan realisasi jumlah penumpang sebanyak 3.626.267 orang.
Sementara itu, pada periode libur sekolah tahun 2025 (5 Juni 2025-31 Juli 2025), penurunan harga tiket rata-rata sebesar 5,1 persen dan berhasil menjangkau sebanyak 10.490.694 penumpang.
Pada periode libur sekolah tahun 2026 (24 Juni 2025-5 Juli 2026), penurunan harga tiket rata-rata sebesar 9,4 persen dan berhasil menjangkau sebanyak 2.166.325 penumpang.
Baca juga : Ini Deretan Diskon Tiket Pesawat, Kereta dan Kapal Libur Nataru!
Adapun ketika harga avtur naik pada periode April 2026-Juni 2026, stimulus juga diberikan sehingga harga tiket dapat turun rata-rata sebesar 9,4 persen dan berhasil menjangkau sebanyak 9.663.210 penumpang.
Sebagai informasi, stimulus di sektor transportasi udara diberikan melalui pemotongan pada beberapa komponen, seperti PJP2U (Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara), PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara), fuel surcharge, dan PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah).
“Dengan adanya stimulus berupa diskon tarif di seluruh moda transportasi, kami berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih ringan, terutama saat hari-hari besar keagamaan dan libur sekolah. Sejalan dengan itu, saya juga selalu mengingatkan para operator transportasi untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa,” pungkas Menhub Dudy.
Lebih lanjut, Menhub Dudy juga menuturkan bahwa saat ini pemerintah sudah menyiapkan paket stimulus untuk periode Nataru 2026/2027.
Ia pun kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program diskon tarif tersebut pada momen liburan akhir tahun ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif transportasi ini dengan sebaik-baiknya. Rencanakan perjalanan dengan matang dan terukur, serta pilih waktu berangkat dan pulang yang tepat guna menghindari kepadatan di simpul-simpul transportasi,” tutur Menhub.(BKIP)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya