Dark/Light Mode

Berturut-turut, Prabowo Panggil Tim Ekonomi

Rabu, 4 November 2026 08:12 WIB
Foto: Setpres
Foto: Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berturut-turut memanggil sejumlah menteri dan pejabat bidang ekonomi ke Istana Negara, Jakarta, pada Senin (2/11/2026) dan Selasa (3/11/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi nasional.

Pada pertemuan hari pertama, sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, serta Kepala BP BUMN yang juga COO Danantara Dony Oskaria.

Airlangga mengatakan, pertemuan membahas soal perkembangan ekonomi. Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya tercermin dari aktivitas manufaktur yang kembali menguat.

Dia menyebut, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54 pada Oktober 2026, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 52,4. Peningkatan tersebut menunjukkan ekspansi sektor manufaktur semakin kuat.

Baca juga : Pemerintah Tak Akan Ekspor Listrik

"Ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur. Level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi," ungkap Airlangga.

Selain manufaktur, kinerja perdagangan juga menunjukkan hasil positif. Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 3,36 miliar dolar AS pada September 2026, ditopang surplus nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS meskipun sektor migas mengalami defisit 2,31 miliar dolar AS.

Secara kumulatif, kata dia, surplus neraca perdagangan Januari-September 2026 mencapai 10,61 miliar dolar AS. Pada periode yang sama, nilai ekspor tercatat sebesar 221,23 miliar dolar AS atau tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. Inflasi tahun kalender mencapai 2,4 persen, masih berada dalam sasaran pemerintah dan BI sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Baca juga : Strategi Hilirisasi Mulai Terasa Hasilnya

Sehari berselang, Prabowo kembali memanggil sejumlah tim ekonomi ke Istana Negara. Kali ini menteri yang hadir bertambah, ada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pertemuan tersebut kembali membahas agenda ekonomi nasional. "Agenda rapat sama Bapak Presiden. Kita rapat dulu seperti kemarin," sebut Suahasil.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama 2,5 jam itu, Suahasil memaparkan sejumlah perkembangan ekonomi yang dilaporkan kepada Presiden. Pembahasan mencakup inflasi, aktivitas manufaktur, aliran modal asing, imbal hasil surat berharga negara (SBN), hingga pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) 2026.

Dari sisi aliran modal, Indonesia masih mencatat arus modal masuk (capital inflow), terutama melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN. Namun, pasar saham masih mengalami arus modal keluar (capital outflow) di tengah berbagai perkembangan sejak awal tahun.

Baca juga : Stok Melimpah, Kenapa Harga Beras Mahal Ya?

Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2026, Indonesia mencatatkan arus modal masuk sekitar Rp 126 triliun. Meski demikian, Suahasil menilai investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) ke proyek-proyek produktif di dalam negeri juga perlu terus didorong.

Di sisi lain, pemerintah mencermati kenaikan imbal hasil atau yield SBN yang dipengaruhi perkembangan global, terutama kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak sempat menyentuh 113 hingga 114 dolar AS per barel sebelum mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.

Dia menambahkan, percepatan penyerapan anggaran menjelang akhir tahun tetap diperbolehkan. Namun, pelaksanaannya harus tetap efisien, mengikuti tata kelola yang baik, dan sesuai dengan target keluaran yang telah ditetapkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.