Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dari Karawang ke Sigi: Listrik Menyalakan Asa dan Ekonomi Desa
- Maung Bandung Siap Salip Macan Kemayoran
- Pramono Gelar Rapat di 44 Kecamatan, Temui Warga Dan Serap Aspirasi dari Bawah
- Korea Open 2026 Digelar, 12 Wakil Indonesia Siap Bersaing di Yeosu
- Manchester United Vs AS Roma, Setan Merah Siaga Merah
Prioritas Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Pemerintah Tak Akan Ekspor Listrik
Selasa, 3 November 2026 08:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan belum akan mengekspor listrik karena masih fokus memenuhi kebutuhan listrik domestik yang lebih mendesak.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat Opening Ceremony Minerba Convex 2026 di Jiexpo Convention Center, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Menurut Bahlil, Indonesia masih membutuhkan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan domestik sehingga belum saatnya membuka keran ekspor. "Saya sudah mengumumkan, Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik. Kita masih butuh listrik," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, kepentingan nasional harus menjadi prioritas sebelum Indonesia mempertimbangkan ekspor energi ke negara lain. Karena itu, Pemerintah tidak ingin terburu-buru melepas pasokan listrik ke luar negeri ketika kebutuhan domestik masih harus dipenuhi.
Dia menegaskan, kewenangan pemberian izin ekspor energi berada di tangan Kementerian ESDM.
Baca juga : Kemlu RI Selidiki Kabar WNI Meninggal Saat Jadi Tentara Rusia
Bahlil menekankan, kebijakan energi tidak semata-mata mempertimbangkan aspek bisnis, tetapi juga menyangkut kedaulatan dan kepentingan masyarakat Indonesia. "Kedaulatan negara saya dahulukan, wibawa negara saya dahulukan, marwah negara adalah marwah 280 juta jiwa yang ada di bangsa ini," tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Selain memprioritaskan kebutuhan listrik domestik, Bahlil juga meminta, agar perdagangan sumber daya alam (SDA) Indonesia dilakukan secara langsung ke negara tujuan. Dia tidak ingin komoditas ekspor Indonesia harus melewati negara perantara sebelum sampai ke pembeli.
Meski tidak menyebutkan secara gamblang negara transit yang dimaksud, Bahlil menegaskan, kedaulatan perdagangan SDA Indonesia merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar.
"Kalau ditanya negara mana, kamu tahu dalam hati kalian. Kedaulatan negara kita tidak bisa ditawar, itu harga mati,” ujar Bahlil.
Dia menambahkan, hubungan kerja sama antarnegara harus dibangun atas dasar saling menghormati dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. "Tapi kalau mereka agak kurang sayang, kita juga harus berikan kadar yang sama. Jangan cinta bertepuk sebelah tangan dong, nggak bagus," selorohnya.
Baca juga : Pengusaha-Pemerintah Kompak Jaga Ekonomi
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mendukung langkah Bahlil yang lebih memprioritaskan pasokan listrik untuk kebutuhan dalam negeri. Menurut dia, ekspor hanya bisa dilakukan jika kebutuhan listrik domestik sudah terpenuhi.
"Dengan kondisi global saat ini, kita harus fokus mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/11/2026).
Dia mengatakan, saat ini industri masih membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar. Menurut dia, kebijakan Bahlil tersebut memperlihatkan keberpihakan Pemerintah terhadap sektor industri.
"Listrik merupakan komponen strategis dan vital untuk industri," tukasnya.
Sikap Bahlil juga mendapat dukungan dari Senayan. Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai, keputusan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik dalam negeri merupakan langkah tepat.
Baca juga : Kursi Gibran Mulai Digoyang
"Warga masyarakat dan industri nasional harus diutamakan. Keputusan tersebut sudah tepat," kata Nurul kepada Rakyat Merdeka, Senin (2/11/2026).
Menurut dia, penguatan ketahanan energi nasional tetap perlu diiringi dengan hubungan bilateral yang saling menguntungkan dan menghormati.
Sebelumnya, Indonesia berencana mengekspor listrik ke Singapura melalui kesepakatan bisnis kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya