Dark/Light Mode

Hari Magrove Sedunia, WVI Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Ekosistem Pesisir

Senin, 27 Juli 2026 19:12 WIB
Memperingatu Hari Mangrove Sedunia, Wahana Visi Indonesia (WVI) memperkuat ekosistem pesisir.(Foto: Dok. WVI)
Memperingatu Hari Mangrove Sedunia, Wahana Visi Indonesia (WVI) memperkuat ekosistem pesisir.(Foto: Dok. WVI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Memperingatu Hari Mangrove Sedunia, Wahana Visi Indonesia (WVI) menggandeng Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) dalam mendukung aksi kolektif generasi muda dalam rehabilitasi ekosistem pesisir.

WVI mempertegas komitmennya dalam menjaga benteng alam pesisir Jakarta melalui program Mangrove Adaptive and Resilient Village Project for Enhanced Livelihoods.

Kawasan pesisir memiliki fungsi ekologis yang sangat strategis bagi keberlanjutan lingkungan hidup Jakarta.

Baca juga : Feel Good Network Gandeng Innercircle & Bricks Perkuat Ekosistem Kreatif

Untuk menutup kesenjangan tersebut, program ini bekerja sama dengan akademisi, pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta.

Sepanjang periode Mei 2025 hingga April 2026, sebanyak 20.800 bibit mangrove berhasil ditanam dan dipelihara di Hutan Lindung Angke Kapuk bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Flora Mangrove.

Program ini berjalan dengan berkolaborasi bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta serta mendapat dukungan pendanaan dari Mitsubishi Motors STEP Funds yang dihimpun dari karyawan Mitsubishi Motors Group dan matching gift dari Mitsubishi Motors Corporation.

Baca juga : Hari Mangrove Sedunia, PNM Tanam 22 Ribu Mangrove di 18 Pesisir

Inisiatif ini selaras dengan visi Pemerintah DKI Jakarta menuju Climate-Resilient Jakarta 2030. Krisis ekosistem pesisir akibat ancaman abrasi, banjir rob, dan perubahan iklim tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga secara langsung mengancam kehidupan anak-anak di kawasan pesisir.

Zone Program Manager Jawa dan Sumatera WVI Johny Noya menegaskan, kerusakan lingkungan berdampak langsung pada kesehatan, rasa aman, dan tumbuh kembang anak terutama di area pesisir.

Johny menambahkan, setiap kali banjir rob datang, anak-anaklah yang paling merasakan dampaknya, karena kehilangan tempat tinggal, bermain, dan belajar.

Baca juga : Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Dorong Ekosistem Pesisir

"Kolaborasi bersama mitra universitas dan masyarakat ini penting untuk memastikan pemulihan lingkungan berjalan berkelanjutan, demi menjamin hak dasar anak untuk tumbuh di lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman," ujar Johny dalam keterangannya, Senin (27/7/2026)

Johny menambahkan, program ini akan berjalan hingga tahun 2030 dengan fokus memperluas area rehabilitasi mangrove serta merumuskan rekomendasi intervensi mata pencaharian berbasis ekonomi hijau bagi masyarakat pesisir.

"Melalui keterlibatan generasi muda, akademisi, dan kelompok tani, perlindungan pesisir Jakarta dapat terwujud secara berkelanjutan demi lingkungan yang lebih bersih dan aman bagi generasi mendatang," ujar Johny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.