Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Janji Radovan Pankov Bikin Lini Belakang Persija Makin Kokoh
- Latih Italia Lagi, Mancini Fokus Bawa Azzurri ke Piala Dunia 2030
- OTT, KPK Bawa 12 Orang ke Gedung Merah Putih, Termasuk Bupati Pemalang
- PSIM Yogyakarta Rekrut Striker Asal Spanyol
- KPPU dan K&K Advocates Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha, Wujudkan Persaingan Sehat
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat serta pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Pertemuan itu membahas evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) untuk mengoptimalkan pengelolaan dan mobilisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi Pekerja Migran Indonesia. Pada kesempatan tersebut, KP2MI juga menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp100 juta melalui BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan kerja sama itu bertujuan memperkuat peran BAZNAS dalam menghimpun, mengelola, dan mendayagunakan dana ZIS bagi peningkatan kesejahteraan pekerja migran beserta keluarganya.
Baca juga : PTPN III dan Baharkam Polri Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Strategis Negara
"Secara umum ada dua hal besar. Pertama adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas menghimpun, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, dan sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran," kata Sodik usai audiensi.
Selain itu, BAZNAS akan memberikan dukungan pembiayaan kepada calon Pekerja Migran Indonesia yang sedang mengikuti pelatihan dan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Sodik menjelaskan BAZNAS juga menyiapkan berbagai program pemberdayaan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan di Tanah Air, antara lain melalui beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Baca juga : BAZNAS Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Amil Zakat Di Banten
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas. Harapannya, PMI yang sebelumnya berstatus mustahik dapat berkembang menjadi muzaki dan zakatnya bisa disalurkan untuk membantu masyarakat di kampung halamannya," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menegaskan komitmen KP2MI untuk memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dalam membangun ekosistem pelindungan dan pemberdayaan yang menyeluruh bagi pekerja migran beserta keluarganya.
Menurut Mukhtarudin, kerja sama tersebut mencakup penguatan bantuan darurat, skema pembiayaan penempatan pekerja migran, hingga pelatihan kewirausahaan bagi purna-PMI sebagai upaya mendorong transformasi ekonomi mereka.
Baca juga : BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Sinergi Program Strategis Untuk Kesejahteraan Umat
"Ke depan kita ingin mengembangkan bagaimana menggali potensi pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar dapat kita dorong menjadi seorang muzaki," kata Mukhtarudin.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, Direktur Pengumpulan Badan Negara dan Badan Swasta Faisal Qosim, Kepala Divisi Pengumpulan BUMN Argo Sayoto, Sekretaris Jenderal KP2MI Dwiyono, Direktur Jenderal Penempatan Ahnas, serta Direktur Jenderal Pemberdayaan Moh. Fachri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya