Dark/Light Mode

SMK Didorong Makin Melek Digital, Perkuat Branding & Jejaring Lewat LinkedIn

Selasa, 18 Agustus 2026 21:15 WIB
Peserta Bimtek Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK mengikuti materi pemanfaatan LinkedIn di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID
Peserta Bimtek Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK mengikuti materi pemanfaatan LinkedIn di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didorong makin melek digital untuk memperkuat branding sekaligus memperluas jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Pemanfaatan platform digital, termasuk LinkedIn, dinilai dapat menjadi sarana bagi SMK untuk memperkenalkan profil, program, potensi, serta berbagai kegiatan sekolah kepada kalangan profesional dan industri.

Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapabilitas SDM Kemitraan SMK dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SMK dengan DUDI di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).

Praktisi pendidikan Indra Hadiwidjadja dari KOMISI menjelaskan, LinkedIn memiliki karakter berbeda dibandingkan media sosial lain karena fokus pada jejaring profesional.

"LinkedIn ini merupakan jaringan profesional terbesar di dunia. Hubungannya khusus profesional," kata Indra.

Baca juga : Danamon Raih Penghargaan Rekrutmen Berbasis AI

Menurut dia, LinkedIn dapat menjadi semacam showroom bagi kalangan profesional. Konsep tersebut juga bisa dimanfaatkan SMK untuk menampilkan identitas dan berbagai aktivitas sekolah secara lebih profesional.

"Ini adalah medianya, showroom-nya orang-orang profesional," ujarnya.

Indra mencontohkan, LinkedIn memungkinkan pengguna mencari profesional berdasarkan lokasi dan jabatan. Bagi SMK, fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menemukan calon mitra industri maupun orang yang tepat untuk diajak berkomunikasi.

Sekolah, misalnya, dapat mencari profesional berdasarkan perusahaan tertentu, termasuk orang yang sedang atau pernah bekerja di perusahaan tersebut. Jejaring itu kemudian dapat menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi dan kerja sama.

"Dengan LinkedIn bisa membypass satpam, resepsionis, dan sekretaris. Bisa langsung berkomunikasi dengan profesional," katanya.

Baca juga : Prilly Latuconsina, Meminta Maaf Ke Pencari Kerja

Meski demikian, Indra mengingatkan informasi dalam profil tetap perlu diverifikasi. Namun, fitur pencarian tersebut setidaknya membantu sekolah melakukan penyaringan awal berdasarkan lokasi, perusahaan, maupun jabatan yang dibutuhkan.

Tak hanya untuk pengelola sekolah, Indra juga mendorong siswa mulai membangun identitas profesional sejak duduk di bangku SMK. Menurutnya, keberadaan profil LinkedIn sejak sekolah dapat menjadi bagian dari persiapan siswa sebelum memasuki dunia kerja.

Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis. Indra juga mengajak peserta mempraktikkan pembuatan akun LinkedIn secara bertahap. Mulai dari proses pendaftaran, membuat nama profil, memasang foto, menambah koneksi hingga membuat konten. 

Materi tersebut tercantum dalam agenda Bimtek sebagai Pemanfaatan Teknologi Digital Bagi Humas dan Penguatan Personal Branding bagi SMK melalui Pemanfaatan LinkedIn.

Bimtek tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan SMK se-Yogyakarta, termasuk unsur guru dan humas sekolah. Mereka mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kemampuan komunikasi, jejaring, serta pengelolaan kemitraan dengan dunia industri.

Baca juga : Prilly Latuconsina, Banjir Permintaan Koneksi Di LinkedIn

Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM pengelola kemitraan SMK. Harapannya, pengelola kemitraan dituntut mampu membangun komunikasi dan jejaring dengan mitra, mengembangkan program kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan industri, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap implementasi kemitraan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan berlangsung pada 18-20 Agustus 2026. Sasaran kegiatan adalah penguatan kapasitas SDM yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kemitraan di SMK.

Penguatan kemampuan digital dan jejaring profesional tersebut diharapkan mendukung kemitraan SMK yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kemitraan tidak hanya diarahkan pada praktik kerja lapangan, tetapi juga penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, guru tamu, sertifikasi kompetensi, magang guru, rekrutmen lulusan, hingga pengembangan Teaching Factory (TEFA).

Dengan semakin kuatnya kemampuan digital, SMK diharapkan mampu tampil lebih profesional sekaligus lebih mudah terhubung dengan dunia kerja. Jejaring yang terbangun dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi peserta didik, serta penyerapan lulusan di dunia kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.