Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Reuni 25 Tahun Insan Cendekia, Nostalgia Alumni Berujung Kolaborasi Untuk Negeri
Minggu, 23 Agustus 2026 19:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Alumni Angkatan ke-4 SMU/MAN Insan Cendekia Serpong atau La Quatrieme Generation menggelar Reuni 25 Tahun pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sky Ballroom Mercure BSD, Tangerang, tersebut menjadi ajang temu kangen sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi alumni untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Sekitar dua pertiga alumni Angkatan ke-4 hadir dalam kegiatan tersebut. Reuni juga dihadiri hampir seluruh jajaran guru yang mengajar para alumni lebih dari 25 tahun lalu.
SMU Insan Cendekia didirikan pada 1996 atas gagasan Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sekolah tersebut didirikan di sekitar Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong sebagai Magnet School yang diproyeksikan melahirkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berlandaskan iman dan takwa (imtak).
Kini berada di bawah naungan Kementerian Agama, MAN Insan Cendekia Serpong terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Indonesia. Sekolah tersebut juga rutin mencetak prestasi dalam Olimpiade Sains Nasional maupun internasional.
Ketua Panitia Reuni, Danang Rizki Ginanjar mengatakan, alumni Insan Cendekia yang tersebar di berbagai daerah merupakan bagian dari sumber daya manusia unggul yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Lulusan Insan Cendekia yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan SDM unggul untuk membangun bangsa. Ini semua adalah buah dari jasa Ibu dan Bapak Guru yang abadi di setiap langkah sukses kita hari ini,” ujar Danang.
Baca juga : AICJ Luncurkan Kurikulum AIM RL dan Hadirkan Para Profesor Bahas Pendidikan di Era AI
Danang diketahui memiliki pengalaman sebagai Staf Khusus Menteri di Bappenas dan Kemenristek/BRIN serta pernah menduduki posisi direksi di anak perusahaan BUMN.
Reuni tersebut tidak berhenti pada nostalgia. Para alumni menjadikan pertemuan 25 tahun sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Perwakilan angkatan, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK(K), Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Subspesialis Bakteriologi RS UI sekaligus dosen Universitas Indonesia, mengatakan reuni menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarlulusan sekaligus meneruskan nilai-nilai yang telah ditanamkan para guru.
“Reuni bukan hanya sekadar nostalgia, tapi juga ajang saling bersinergi dan menguatkan. Harapannya bibit baik yang sudah ditanamkan oleh guru-guru kita tidak terhenti dan semakin bermanfaat,” kata Ardiana.
Mantan Kepala MAN Insan Cendekia, Persahini Sidik atau yang akrab disapa Ibu Penny, turut memberikan pesan kepada para alumni. Menurut dia, pertemuan tersebut harus menjadi pengingat bagi alumni mengenai asal-usul dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat.
“Reuni ini bukan sekadar temu kangen, tapi pengingat dari mana kita berasal dan hidup kita yang harus memberikan manfaat bagi seluruh umat,” tuturnya.
Baca juga : Kemenag DKI Kebut Pembangunan MAN Insan Cendekia, Target Jadi Madrasah Terbaik
Suasana haru terasa saat sesi Tribute dan doa bersama yang dipimpin Ustadz M. Bahrul Ulum, Lc. Sesi tersebut digelar untuk mengenang lima guru dan satu alumni Angkatan ke-4 yang telah berpulang.
Mereka adalah H. Abdul Ghawi, Eko Purnomo, H. Drs. Japar, M.Pkim., Youngki Ishardiyanto, S.T., Zulhiswan, serta Irwan Hadi.
Dalam sesi berbagi pengalaman, H. Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE, yang pernah menjadi guru Matematika Angkatan ke-4 dan kini menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Agama, mengajak alumni untuk terus menjaga hubungan yang telah terjalin.
“Mari kita terus menjaga silaturahmi dan saling menginspirasi,” pesan Kastolan.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN Insan Cendekia Serpong, Ipik Ernaka, S.Ag., M.Hum., mengingatkan kembali filosofi pendidikan yang menjadi fondasi sekolah, yakni pencapaian tertinggi dan penguasaan keilmuan secara mendalam dengan tetap menjaga keseimbangan antara iptek dan imtak.
“MAN Insan Cendekia menerapkan prinsip pencapaian tertinggi dan mendalam dalam keilmuan, dan terpenting pada keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa. Itulah bekal para alumni dalam mengarungi bahtera kehidupan di masa depan,” ujar Ipik.
Baca juga : Wow! 15 Murid MAN Insan Cendekia Serpong Kantongi Beasiswa Dari Kampus Top Dunia
Acara yang dipandu Dayu Purnama A., SH, MH dan Ahmad Sujiman, SE tersebut ditutup dengan doa kafaratul majelis oleh Ustadz H. Abdul Jalil, S.Ag., M.A. dan sesi foto bersama.
Pelaksanaan reuni terwujud melalui gotong royong para alumni serta dukungan sejumlah pihak, di antaranya Tempo Scan, BTN, Biotek Group, Hayed Consulting, Menata Citra Selaras (MCS), Cireng Ceria, INDI Group, INDI Communication, INDI Technology, dan TUTURE production house.
Memasuki 25 tahun perjalanan, reuni Angkatan ke-4 Insan Cendekia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak semata diukur dari pencapaian profesi dan jabatan para lulusannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan alumni menjaga nilai-nilai yang diwariskan para guru dan menghadirkannya dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya