Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sr. Klara Duha, Biarawati Dari Nias, Hidupkan Asa Anak Berkebutuhan Khusus
Sabtu, 10 Oktober 2026 17:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keterbatasan akses pendidikan dan stigma sosial masih menjadi tantangan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), termasuk di Nias, Sumatera Utara.
Di tengah kondisi tersebut, Sr. Klara Duha mendedikasikan hidupnya untuk mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar memperoleh pendidikan, kasih sayang dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Biarawati ini berupaya memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tidak tersisih dari lingkungan sosial hanya karena kondisi fisik maupun intelektual mereka.
Baginya, setiap anak memiliki martabat, potensi, dan hak yang sama untuk berkembang. Perjuangan itu tidak mudah. Keterbatasan fasilitas pendukung, sumber daya dan kemampuan ekonomi keluarga menjadi sejumlah kendala yang dihadapi.
Baca juga : KMP Hafamati HF Segera Hadir, ASDP Perkuat Konektivitas Kepulauan Nias Selatan
Tak jarang, stigma dan pengucilan sosial juga membuat anak-anak berkebutuhan khusus kesulitan mendapatkan ruang untuk belajar dan berinteraksi.
Kondisi tersebut mendorong Sr. Klara mendirikan Yayasan Karya Berkat Faomasi sebagai tempat bernaung sekaligus ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun kemandirian.
"Setiap anak memiliki potensi. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan orang-orang yang percaya pada kemampuan mereka. Sudah seharusnya setiap orang melayani Tuhan dalam diri sesama yang menderita," kata Sr. Klara Duha, dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Dalam menjalankan pelayanannya, Sr. Klara menitikberatkan perhatian pada pengembangan kemampuan, pembentukan kemandirian, dan pemulihan rasa percaya diri anak-anak dampingan.
Baca juga : Bersejarah, Bobby Nasution Ngantor Di Kepulauan Nias
Melalui pendampingan yang mengedepankan kasih dan penerimaan, anak-anak diberi kesempatan untuk mengenali serta mengembangkan potensi masing-masing.
Mereka juga dibekali keterampilan hidup sehari-hari agar dapat melakukan berbagai aktivitas secara mandiri dan berinteraksi dengan lingkungan sosial. Pendampingan tersebut diharapkan membantu anak-anak berkebutuhan khusus lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan.
Mereka tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi di tengah masyarakat. Dukungan Sr. Klara juga menjadi penguat bagi keluarga. Kehadiran tempat pendampingan memberikan ruang bagi orang tua untuk mendapatkan dukungan dalam menghadapi tantangan membesarkan dan mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Upaya ini sekaligus menunjukkan pentingnya lingkungan yang inklusif, yakni lingkungan yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi.
Baca juga : Kunjungi Situs Megalitik Bawomataluo Dan Tetegewo Pakai Baju Adat Nias
Perjuangan Sr. Klara menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi sosial perlu bekerja sama untuk memperluas akses pendidikan serta menyediakan lingkungan yang ramah bagi semua anak.
Anak berkebutuhan khusus bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan. Mereka adalah individu yang memiliki potensi, aspirasi, dan hak untuk menentukan masa depannya dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Bagi Sr. Klara, tidak seharusnya ada anak yang kehilangan kesempatan untuk berkembang hanya karena memiliki kebutuhan khusus.
Dengan pendampingan yang tepat dan dukungan bersama, mereka dapat membangun kemandirian serta mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya