Dark/Light Mode

Dubes Fabien Penine Napak Tilas Sejarah Seniman Arthur Rimbaud Di Semarang

Senin, 10 Agustus 2026 06:07 WIB
Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone (ketiga kanan, depan) berfoto bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng (tengah, depan) dan jajaran Pemerintah Kota Semarang di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (Foto Instagram @agustinawilujengp)
Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone (ketiga kanan, depan) berfoto bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng (tengah, depan) dan jajaran Pemerintah Kota Semarang di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (Foto Instagram @agustinawilujengp)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahun 2026 menjadi momen 150 tahun lalu Arthur Rimbaud menjejakkan kaki di Semarang, Jawa Tengah. Jejak sejarah penulis dan seniman legendaris dari Negeri Menara Eiffel itu kembali dihidupkan melalui berbagai kolaborasi budaya di Kota Jamu itu. 

Peringatan 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud di Jawa digelar melalui pameran Arthur Rimbaud: Perjalanan Melintasi Jawa dan napak tilas rute perjalanan Rimbaud pada 6–8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lawang Sewu, Semarang, dengan melibatkan Pemerintah Kota Semarang, Kedutaan Besar Prancis, Alliance Française Semarang, Universitas Negeri Semarang (UNNES), PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta PT Kereta Api Pariwisata.

Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Fabien Penone mengikuti sejumlah rangkaian acara tersebut. Termasuk napak tilas perjalanan Rimbaud dan membuka pameran tersebut, Kamis (6/8/2026).

“Pameran ini menjadi simbol eratnya hubungan sejarah, serta budaya antara Indonesia dan Prancis,” ujar Dubes Penone. 

Menurut Dubes Penone, momentum 150 tahun perjalanan Rimbaud tidak berhenti pada kegiatan mengenang sejarah, tetapi diarahkan untuk membangun kerja sama baru di bidang sastra dan kebudayaan.

Baca juga : Daun Singkong Dan Bumbu Rendang Dimasak Terlalu Dini

Salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah Program Residensi Rimbaud. Program ini dirancang sebagai ruang pertukaran sastra antara pe¬nulis Prancis dan Indonesia. 

Penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert terpilih sebagai residen pertama. Dia akan tinggal di Semarang selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.

Selama residensi, Dalembert akan berkarya di Lawang Sewu, sekaligus berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti dan masyarakat melalui pertemuan publik, lokakarya, serta diskusi.

Sebelum menghadiri pameran di Lawang Sewu, Dubes Penone menelusuri jejak Rimbaud di Stasiun Kedungjati dan Stasiun Tuntang. Ini adalah dua lokasi yang pernah dilalui Rimbaud saat berada di Hindia Belanda pada 1876.

Napak tilas tersebut diikuti jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi(Daop) 4 Semarang, KAI Wisata, Alliance Francaise Semarang, Pemerintah Kota Semarang, sejarawan, akademisi, hingga pe-giat budaya.

Baca juga : Prabowo Targetkan Lampung-Aceh Terhubung Kereta

Berdasarkan catatan sejarah, Arthur Rimbaud tiba di Semarang pada 1 Agustus 1876. Dia melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Tuntang dan kemudian ke Salatiga. 

Meski hanya singgah dalam waktu singkat, perjalanan itu menjadi bagian penting dari kisah hidup salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Prancis.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali jejak Arthur Rimbaud kepada masyarakat Indonesia dan Prancis,” tutur Dubes Penone dikutip dari keterangan KAI. 

Menurutnya, bagi masyarakat Prancis, Semarang merupakan tujuan paling jauh yang pernah dicapai Arthur Rimbaud dalam perjalanannya pada masa itu. 

“Kami juga berharap sejarah ini dapat menjadi daya tarik. Mendorong lebih banyak wisatawan Prancis berkunjung ke tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Arthur Rimbaud di Indonesia,” harapnya.

Baca juga : Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang, Prabowo: Jaga Identitas dan Sejarah Bangsa

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap nilai sejarah jalur perkeretaapian di Jawa Tengah.

“Perkeretaapian tidak hanya menghubungkan kota dengan kota, tetapi juga menghubungkan sejarah, budaya, dan peradaban. Jejak Arthur Rimbaud menunjukkan bahwa lebih dari satu abad lalu, jalur kereta api di Jawa telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dunia,” jelas Luqman.

Menurutnya, PT KAI terus berkomitmen melestarikan aset heritage seperti Stasiun Kedungjati, Stasiun Tuntang dan Lawang Sewu agar tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan sejarah. Tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata budaya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.