Dark/Light Mode

Keluarga De Santos Kenang Kepedulian Lebanon untuk Korban Tsunami Padang

Rabu, 16 September 2026 11:53 WIB
JTH Music Club bersama Keluarga Santoso menyelenggarakan acara refleksi, syukur, dan aksi bantuan Lebanon untuk bencana Sumbar 2009.
JTH Music Club bersama Keluarga Santoso menyelenggarakan acara refleksi, syukur, dan aksi bantuan Lebanon untuk bencana Sumbar 2009.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kisah kepedulian warga Lebanon terhadap Indonesia, khususnya saat bencana melanda Sumatera Barat pada 2009, kembali dikenang. Salah satu saksi sekaligus pelaku dalam peristiwa tersebut, Sersan Satu TNI Erwin Mursidi, bakal membagikan kesan dan pengalamannya dalam acara live streaming “Persembahan Keluarga De Santos dan Para Sahabat”, 20 September 2026.

Anggota Kontingen Garuda UNIFIL XXII itu akan mengisahkan kembali bagaimana masyarakat Lebanon menunjukkan kepeduliannya terhadap Indonesia ketika bencana tsunami melanda wilayah Sumatera Barat.

Acara yang digelar di Jogya Tea House (JTH) tersebut akan dibuka Direktur JTH Prof. Dr. Laksono Trisnantoro. Sementara itu, acara dipandu redaktur harian Kedaulatan Rakyat, Tri Murti Widayatno.

Dalam keterangan tertulis, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali hubungan persahabatan Indonesia dan Lebanon, termasuk kepedulian masyarakat Lebanon ketika bencana melanda Indonesia.

Baca juga : Dubes RI Dicky Komar Rayakan HUT Kemerdekaan Bersama Kontingen Garuda

Sejatinya, hubungan Indonesia dan Lebanon memiliki sejarah panjang. Lebanon tercatat sebagai salah satu negara Timur Tengah yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada 1947.

Kedekatan kedua negara kemudian semakin intensif pada 2006, ketika Indonesia mengirimkan pasukan dalam Misi Perdamaian Internasional di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Donasi untuk Padang

Ketika tsunami yang melanda Samudra Hindia menghantam wilayah pesisir Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, pada 30 September 2009. Warga Lebanon bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) kemudian menggelar “Charity Night” pada akhir 2009. Dari kegiatan tersebut, terkumpul donasi hampir 50.000 dolar AS yang ditujukan untuk membantu rekonstruksi sebuah sekolah dasar di Alang Lawas, Kota Padang.

Kisah solidaritas tersebut juga diwarnai lantunan lagu “Padang: Don’t Lose Your Hope”. Penyanyi Lebanon Rania Abu Nadir berduet dengan penyanyi Indonesia Erwin Mursidi membawakan lagu tersebut.

Baca juga : Dubes RI Untuk Lebanon Dicky Komar Perkuat Kerja Sama Ekonomi Bilateral

“Lirik lagu tersebut telah mengetuk hati para warga Lebanon untuk membantu Padang,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Bagas Hapsoro, dalam keterangannya.

Bantuan yang terkumpul kemudian diserahkan langsung oleh Miss Lebanon Martine Andraos kepada Gubernur Sumatera Barat Fauzi Gamawan di Padang pada 2009.

Bagi Erwin Mursidi, peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan tugasnya. Saat itu, ia merupakan anggota Kontingen Garuda UNIFIL XXII yang sedang menjalankan tugas perdamaian PBB di Lebanon.

Kini, bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut, kisah “Padang: Don’t Lose Your Hope” kembali diangkat sebagai catatan tentang persahabatan, solidaritas, dan kepedulian lintas negara.

Baca juga : Ini Yang Bikin Indonesia Imbang Lawan Lebanon

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.