Dark/Light Mode

HUT ke-81 RI di Cape Town: Rajut Sejarah Jadi Kemitraan Ekonomi Konkret

Jumat, 18 September 2026 18:25 WIB
Resepsi Diplomatik Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town di Afrika Selatan, Kamis (17/9/2026).
Resepsi Diplomatik Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town di Afrika Selatan, Kamis (17/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka -

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti gelaran Resepsi Diplomatik Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town di Afrika Selatan, Kamis (17/9/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh Western Cape Minister of Mobility, Hon. Isaac Sileku, sebagai Tamu Kehormatan. Berbagai kalangan turut memadati ruangan—mulai dari para Konsul Jenderal, perwakilan negara-negara sahabat, pejabat pemerintah Western Cape, tokoh masyarakat dan pemuka agama, hingga insan bisnis, akademisi, dan media lokal seperti Voice of the Cape.

Baca juga : Restoran Indonesia Pertama Hadir Di Cape Town Perkuat Kuliner Nusantara

Bukan sekadar perayaan rutin, momentum tahunan ini dimanfaatkan KJRI Cape Town untuk merajut kembali ikatan historis yang kuat antara Indonesia dan Afrika Selatan, sekaligus mengonversikannya menjadi kerja sama ekonomi yang konkret.

Dalam pidato pembukanya, Konsul Jenderal RI Cape Town, Tudiono, menegaskan bahwa hubungan kedua bangsa telah teruji oleh waktu. Sejak abad ke-17, jejak tokoh-tokoh Nusantara seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, Tuan Guru, dan Dea Malela telah mewarnai warisan sosial-budaya masyarakat Cape.

"Kedekatan sejarah dan budaya ini tidak boleh berhenti sebagai nostalgia. Kita harus terus menerjemahkannya menjadi kerja sama nyata di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, hingga konektivitas," tegas Tudiono.

Baca juga : Merah Putih Berkibar di Cape Town, Jejak Nusantara Tetap Terjaga

Sebagai satu-satunya Mitra Strategis Indonesia di Benua Afrika sekaligus sesama anggota G20 dan BRICS, Afrika Selatan memegang peran sentral dalam memperkuat poros kemitraan Global South.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Hon. Isaac Sileku. Ia memuji peran historis Indonesia dalam memimpin perlawanan terhadap kolonialisme melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Menurutnya, fondasi perjuangan bersama tersebut kian kukuh pascakunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa ke Indonesia pada Oktober 2025 lalu. Kunjungan tersebut membuka pintu kerja sama yang lebih luas di sektor perdagangan, pertanian, hingga pertahanan.

Gema Budaya Nusantara Memukau Tamu Undangan

Resepsi diplomatik malam itu kian semarak dengan hadirnya beragam pertunjukan seni budaya. Gemuruh tepuk tangan tamu undangan membahana saat Sanggar Tari EAON membawakan Tari Saman asal Aceh yang rancak dan presisi. Menariknya, sanggar tari ini dibina langsung oleh alumni penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI)—sebuah bukti nyata keberlanjutan diplomasi budaya (soft diplomacy) Indonesia di Afrika Selatan.

Baca juga : KJRI Cape Town Promosikan Indonesia di ASEAN Business Forum 2026 Afrika Selatan

Keanggunan budaya Indonesia semakin terpancar lewat penampilan Tari Lenggang Nyai khas Betawi yang dibawakan oleh Aira Sherasati Tudiono, serta alunan dan gerak ritmis Dendang Mangkasara dari Makassar.

Diplomasi antarmasyarakat (people-to-people contact) di Cape Town memang terus bergulir dinamis. KJRI Cape Town konsisten menghadirkan program pembelajaran Bahasa Indonesia yang kini memasuki angkatan kesembilan, serta menggelar ajang tahunan seperti Indonesian Folk Market dan Indonesian Film Festival. Di sektor riil, produk-produk Indonesia dan ragam kuliner Nusantara kini kian akrab di lidah warga Western Cape, berbanding lurus dengan meningkatnya arus wisatawan Afrika Selatan ke Indonesia.

Resepsi Diplomatik HUT ke-81 RI ini menjadi penegas komitmen kedua pihak untuk terus melangkah bersama. Hubungan Indonesia dan Afrika Selatan kini adalah hubungan yang “shaped by history, strengthened by people, and increasingly driven by shared opportunities”—dibentuk oleh sejarah, diperkuat oleh masyarakatnya, dan digerakkan oleh peluang masa depan bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.