Dark/Light Mode

Pilih Anggota Parlemen, Ratusan WN Rusia Datangi Kedubes di Jakarta

Minggu, 20 September 2026 18:33 WIB
Dubes Sergei Tolchenov memasukkan pilihannya ke kotak suara dalam pemilihan anggota Duma Negara (Majelis Rendah) di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Minggu (20/9/2026). (Foto Kedutaan Besar Rusia Jakarta)
Dubes Sergei Tolchenov memasukkan pilihannya ke kotak suara dalam pemilihan anggota Duma Negara (Majelis Rendah) di Kedutaan Besar Rusia, Jakarta, Minggu (20/9/2026). (Foto Kedutaan Besar Rusia Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyelenggarakan pemilihan legislatif untuk anggota Duma Negara atau Majelis Rendah, pada Minggu (20/9/2026).

Menjelang pukul 8 pagi sudah terlihat kesibukan di Kedutaan Besar yang berlokasi di Kuningan. Bus dan mobil-mobil pribadi yang membawa puluhan WN Rusia yang akan memberikan suara, tampak berderet rapi

Puluhan orang dengan rapi berbaris memasuki ruangan Kedutaan yang disulap menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemungutan suara berlangsung pukul 8 pagi hingga 8 malam. 

Proses pemungutan suara bagi warga negara Rusia yang berada di Indonesia difasilitasi di dua TPS. Yakni di Jakarta dan Denpasar, Bali.

Sebagai sistem parlemen dua kamar (bikameral), parlemen Rusia yang dikenal dengan nama Majelis Federal terbagi menjadi dua bagian. Pertama, Majelis Rendah: Duma Negara, yang terdiri dari 450 kursi deputi anggota legislatif yang dipilih melalui pemilu.

Kedua, Majelis Tinggi: Dewan Federasi (Sovet Federatsii), yang bertindak sebagai kamar peninjau atau perwakilan dari wilayah-wilayah subjek federal Rusia.

Duma Negara memegang peran legislatif utama di Rusia, seperti mengajukan dan mengesahkan rancangan undang-undang serta menyetujui penunjukan Perdana Menteri.

Baca juga : Pendidikan Jembatani Kemitraan Indonesia–Rusia

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, yang juga menjabat sebagai ketua komisi pemilu di Indonesia, menegaskan bahwa pemilu kali ini merupakan agenda politik domestik paling krusial bagi negaranya.

"Karena pemilihan ini akan menentukan bagaimana peta politik di parlemen mendatang,” ujar Tolchenov saat ditemui di Kedubes Rusia, Jakarta.

Tolchenov memperkirakan, sekitar 400 warga Rusia akan menyalurkan hak suaranya di TPS Jakarta. Namun, Tolchenov mengakui tidak bisa memastikan jumlah warga yang memilih. Kedutaan Rusia mencatat, sekitar 40 ribu warga Rusia ada di Indonesia.

"Mungkin jumlah yang sama juga memilih di Bali. Saya tidak bisa memastikan. Karena warga Rusia bebas mau memilih atau tidak," ujarnya kepada Rakyat Merdeka (RM.id).

Pemilihan legislatif Duma Negara ini berlangsung serentak dengan pemilihan kepala daerah dan legislatif daerah di Rusia selama tiga hari, yakni 18-20 September 2026. Secara nasional, terdapat total 20.700 kursi legislatif dan posisi pimpinan daerah yang diperebutkan oleh calon dari 11 partai politik yang berpartisipasi.

Sebanyak 450 delegasi akan dipilih untuk Duma Negara yang baru, terdiri dari 225 delegasi dari daftar partai federal dan 225 delegasi dari daerah pemilihan dengan satu delegasi.

Menurut Komisi Pemilihan Umum Rusia, lebih dari 380.000 pengamat dalam negeri turut memantau pemilihan. Lembaga tersebut juga menyatakan, sebanyak 1.126 pengamat dan pakar internasional dari 133 negara ikut memantau proses pemungutan suara.

Baca juga : Rusia Tawarkan Wisata Halal & Kemudahan Visa

"Dari Indonesia, ada pengawas dari partai politik seperti Gerindra dan PDI-P. Ada juga perwakilan DPD yang ikut melihat proses pemilu di Moskow," terang Tolchenov.

Tolchenov menjelaskan bahwa penghitungan suara akan dilakukan segera setelah TPS ditutup pada pukul 20:00. Hasil suara dari Indonesia akan disetujui oleh komisi pemilihan sebelum dikirimkan ke pusat di Rusia. Hasil akhir pemilu, termasuk suara dari luar negeri, diharapkan sudah dapat diketahui paling cepat pada Senin (21/9/2026).

Mekanisme Pemberian Suara

Warga Rusia di Indonesia dapat memberikan suara dengan mendatangi bagian konsuler di Jakarta atau Denpasar tanpa kewajiban registrasi ulang sebelumnya. 

Prosedur pemilihan sangat efisien. Setibanya di ruang TPS, pemilih diminta menunjukkan paspor asli kepada panitia untuk dicek identitasnya. 

Setelah itu, pemilih diberikan selembar kertas yang menunjukkan 11 partai yang ikut dalam pemilihan Duma. Pemilih dipersilakan memasuki satu dari empat bilik suara untuk memberi tanda kepada partai pilihan. 

Terakhir, pemilih harus melipat kertas menjadi dua dan memasukkan kertas tersebut ke kotak suara. Di depan kotak suara, ada dua penjaga, satu dari pihak Kedubes Rusia dan satu pengawas publik Rusia. 

Wakil Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) Valery Fedortsov menjadi pengawas publik di Kedubes Rusia di Jakarta. Dia mengatakan, proses pemilihan di Rusia sangat 'sat-set'. 

Baca juga : Kedubes dan Kantor Perwakilan Rusia Tak Pernah Rekrut WNI untuk Militer

"Tidak ada waktu untuk melakukan kecurangan. Semua dilakukan transparan. Media bahkan boleh meliput dengan bebas," ujarnya kepada Rakyat Merdeka. 

Dubes Evgeny Zagaynov (kiri) menunggu panitia selesai memeriksa paspor asli sebelum memberikan surat suara di TPS di Kedubes Rusia di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
 

Di antara antrian pemilih di Kedubes Rusia di Jakarta, juga terlihat Dubes Rusia untuk Asosiasi Negara Negara di Asia Tenggara (ASEAN) Evgeny Zagaynov. 

Tidak ada perlakuan istimewa untuknya. Dubes Zagaynov tertib menunggu gilirannya untuk nyoblos seperti yang lain. Para pemilih lain juga terlihat berbincang santai menunggu giliran. 

Kurang dari lima menit, Dubes Zagaynov pun menyerahkan paspor kepada petugas dan dipersilakan memasuki bilik suara. Tanpa lama, dia sudah melipat dan memasukkan surat suaranya ke kotak suara. 

"Sangat cepat dan efisien. Terima kasih sudah datang meliput," sapanya kepada jurnalis. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.