Dark/Light Mode

Dua Penembakan Massal di Afsel dalam Semalam, 27 Orang Tewas

Minggu, 27 September 2026 19:57 WIB
Ilustrasi penembakan (Foto: Pexels)
Ilustrasi penembakan (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 27 orang tewas dalam dua insiden penembakan massal yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam di Afrika Selatan (Afsel), pada Sabtu (26/9/2026) malam hingga Minggu (27/9/2026) dini hari waktu setempat.

Di Johannesburg, sebanyak 17 orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam penyerangan sebuah bar yang dilakukan delapan pria bersenjata.

Mengutip laporan BBC, para pelaku melepaskan tembakan ke arah pengunjung yang berada di luar bar, sebelum mengarahkan serangan ke dalam bangunan. Mereka juga membakar dua kendaraan sebelum melarikan diri.

Dalam insiden terpisah di Lwandle, kawasan permukiman dekat Cape Town, 10 orang tewas dan 11 lainnya terluka setelah sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah tempat hiburan pada Minggu (27/9/2026) dini hari.

Lima korban tewas di lokasi kejadian, sementara lima lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Hingga Minggu (27/9/2026) pagi, belum ada penangkapan yang dilakukan terkait kedua insiden tersebut.

Baca juga : HUT ke-81 RI di Cape Town: Rajut Sejarah Jadi Kemitraan Ekonomi Konkret

Dua penembakan massal ini terjadi hanya beberapa hari setelah 11 orang tewas ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu sebuah rumah di kawasan KwaMakhutha, Kota Durban.

Wakil Komisaris Polisi Provinsi, Mayor Jenderal Fred Kekana menduga, penyerangan di Johannesburg merupakan aksi balas dendam atas insiden bulan lalu.

“Serangan tersebut diduga merupakan aksi balas dendam atas insiden bulan lalu, yang menewaskan satu orang dan melukai satu orang lainnya,” kata Kekana di lokasi kejadian, seperti dilansir AFP.

Menurutnya, polisi telah mengantongi foto-foto yang jelas dan nama-nama sejumlah tersangka.

Sementara itu, Komisaris Polisi Letnan Jenderal Sizkhele William Dyantyi menduga penyerangan di Lwandle dipicu persaingan bisnis.

“Tampaknya ada persaingan bisnis atau kecemburuan dalam usaha. Mungkin, persoalannya adalah orang-orang membeli minuman beralkohol di tempat lain dengan harga lebih murah, lalu datang dan minum di tempat ini. Dugaan itu masih kami selidiki,” kata Dyantyi, seperti dilansir CNN International, Minggu (27/9/2026).

Tingkat Pembunuhan Tinggi

Baca juga : Restoran Indonesia Pertama Hadir Di Cape Town Perkuat Kuliner Nusantara

Afsel merupakan salah satu negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, negara yang dipimpin Presiden Cyril Ramaphosa itu kesulitan mengendalikan kekerasan bersenjata yang berkaitan dengan aktivitas geng.

Negara tersebut juga menghadapi jaringan kriminal yang terlibat dalam perdagangan narkoba, pemerasan, penambangan ilegal, dan kekerasan antargeng.

Laporan Indeks Kejahatan Terorganisasi Afrika 2025 menyebutkan, kokain dari Amerika Selatan melintasi Afsel sebelum dikirim ke berbagai wilayah lain di dunia.

Peredaran senjata ilegal yang marak turut memperburuk situasi. Kekerasan bersenjata telah menjadi persoalan selama beberapa dekade, dengan sekitar 60 kasus pembunuhan tercatat setiap hari di negara berpenduduk 62 juta jiwa tersebut.

Serangkaian penembakan massal yang terjadi belakangan ini memicu kekhawatiran bahwa situasi keamanan semakin memburuk.

Kekerasan tersebut kerap dikaitkan dengan perebutan wilayah antargeng yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan penambangan ilegal.

Baca juga : Merah Putih Berkibar di Cape Town, Jejak Nusantara Tetap Terjaga

Data kepolisian terbaru yang dikutip CNN International menunjukkan, rata-rata 58 orang dibunuh setiap hari di Afrika Selatan selama periode Januari hingga Maret 2026.

Pada Februari 2026, Ramaphosa menyebut kejahatan terorganisasi sebagai ancaman paling mendesak bagi demokrasi, masyarakat, dan pembangunan ekonomi negaranya.

Awal tahun ini, militer dikerahkan untuk membantu kepolisian di wilayah-wilayah dengan tingkat pembunuhan tertinggi sebagai upaya menekan kekerasan bersenjata.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.