Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Garda Revolusi Kirim Surat Terbuka Jelang Pemilu Sela AS
Iran Serukan Pemilih Boikot Sekutu Trump
Kamis, 1 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) merembet ke arena politik domestik Washington. Memanfaatkan momen Pemilu sela AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyerukan kepada pemilih agar menolak kebijakan Presiden Donald Trump, sekaligus menawarkan hidup berdampingan secara damai dengan Teheran.
Seruan tersebut disampaikan melalui surat terbuka setebal 25 halaman yang ditujukan kepada rakyat Negeri Paman Sam pada Selasa (29/9/2026). Dalam surat itu, Garda Revolusi meminta masyarakat AS menentang dukungan Washington terhadap Israel dan keterlibatan AS dalam berbagai perang di luar negeri.
“Kami mendesak rakyat Amerika menyingkirkan sekutu Presiden Donald Trump di Kongres melalui pemungutan suara,” bunyi surat terbuka itu dikutip dari Reuters, Rabu (30/9/2026).
Menurut Garda Revolusi, perubahan sikap Washington menjadi kunci untuk mengakhiri ketegangan kedua negara. Mereka menilai, Iran dan AS dapat hidup berdampingan secara damai apabila Pemerintah AS mengubah kebijakannya terhadap Teheran.
Dalam surat itu juga, Garda Revolusi menuduh Trump menyembunyikan sifat damai program nuklir Iran, yang selama ini dipandang Israel sebagai ancaman eksistensial.
Tak hanya soal program nuklir, surat tersebut juga menyinggung tekanan Iran terhadap kepentingan energi di kawasan Teluk.
Baca juga : Audi Marissa, Rujuk Demi Masa Depan Buah Hati
Garda Revolusi mengklaim, blokade Teheran terhadap minyak di kawasan tersebut telah menunjukkan efektivitasnya.
Meski pesan tersebut kecil kemungkinan dapat mempengaruhi pemilih AS, yang bahkan mungkin tidak melihat teks yang diterbitkan media Iran itu, tapi pesan tersebut menyoroti berbagai isu yang menurut para analis politik AS merugikan posisi Trump dan Partai Republik menjelang Pemilu Kegislatif pada 3 November nanti.
Di momen Pemilu sela ini, Partai Demokrat, yang merupakan oposisi, berpeluang merebut kembali kendali atas salah satu atau kedua kamar legislatif yang berpotensi menghambat agenda politik Trump.
“Bersihkan AS dari kekuasaan para politisi jahat, penuh tipu daya dan gemar kekerasan yang bertanggung jawab atas kondisi Amerika saat ini,” bunyi surat itu lagi.
“Pastikan para politisi Anda memahami bahwa dunia telah berubah,” tandasnya.
Dalam kampanyenya di Pemilu Presiden 2024, Trump berjanji menghindari perang baru, mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dan menurunkan inflasi.
Baca juga : Presiden ke-7 RI Masuk PSI, Puan Ucapkan Selamat ke Jokowi
Namun, Trump justru memulai perang bersama Israel dengan Iran dan memicu kenaikan harga bahan bakar global dan meluas di kawasan Timur Tengah.
Sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada 21 September 2026 menunjukkan, hanya 17 persen responden yang menyetujui cara Trump menangani masalah biaya hidup.
Hal ini menjadi isu utama yang menurut warga AS akan menentukan pilihan mereka pada November nanti. Hanya 34 persen responden yang menyetujui serangan terhadap Iran.
Trump, yang pada 2016 menyimpang dari pandangan umum Partai Republik dengan menyebut invasi AS ke Irak sebagai kesalahan besar, mengizinkan penarikan pasukan terakhir dari Irak pada 30 September 2026. Langkah ini bagian dari kesepakatan yang dicapai pada 2024 oleh mantan Presiden Joe Biden.
Penarikan ini terjadi 23 tahun setelah pasukan pimpinan AS menggulingkan Saddam Hussein, yang kemudian memicu pergolakan yang berujung pada bangkitnya Islamic State.
Konflik AS dengan Iran telah menyeret sekutu-sekutu Iran di kawasan tersebut. Termasuk kelompok Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon dan berbagai milisi di Irak, ikut angkat senjata dan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara sekutunya di Timur Tengah.
Baca juga : Takziah Almarhum Guruh, Prabowo Kunjungi Mega
Langkah ini membuat Arab Saudi protes. Pasalnya, Riyadh jadi sasaran serangan dari Houthi pada 10 September lalu, yang melumpuhkan operasional Pipa Timur-Barat di Arab Saudi.
Iran yang bertekad memaksa pasukan AS angkat kaki dari seluruh Timur Tengah, memandang penarikan pasukan AS dari Irak sebagai kemenangan bagi poros perlawanan.
AS dan Iran belum menemukan jalan keluar dari konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu, meski telah melalui berbagai putaran perundingan dan beberapa kali gencatan senjata. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 1 Oktober 2026 dengan judul "Garda Revolusi Kirim Surat Terbuka Jelang Pemilu Sela AS Iran Serukan Pemilih Boikot Sekutu Trump"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya